Masuk Masa Pancaroba, Wawako Markarius Anwar Instruksikan Camat dan Lurah Siaga Banjir

Senin, 26 Oktober 2026 | 15:17:02 WIB
Wakil Wako Pekanbaru, Markarius Anwar/F: ist

PEKANBARU, LIPO - Memasuki masa peralihan dari musim kemarau ke musim hujan, Pemerintah Kota (Pemko) Pekanbaru tancap gas melakukan mitigasi banjir. Fokus utama saat ini adalah pembersihan parit dan saluran drainase di kawasan-kawasan yang selama ini menjadi langganan genangan.

Langkah antisipatif ini ditegaskan langsung oleh Wakil Wali Kota Pekanbaru, Markarius Anwar. Ia mengaku telah menginstruksikan seluruh camat dan lurah untuk mengaktifkan kembali Tim Lestari dan meningkatkan kewaspadaan di wilayahnya masing-masing.

Instruksi tersebut, kata Markarius, sudah dikeluarkan sejak dua pekan lalu.

"Sekarang kita fokuskan ke daerah yang di setiap kelurahan itu memang selama ini berpotensi rawan genangan. Jadi, kita arahkan ke situ," ujar Markarius, Minggu (26/10).

Menurut Markarius, pola kerja Tim Lestari kini diubah agar lebih efektif. Jika sebelumnya pembersihan parit dilakukan secara merata, kini prioritas utama diberikan pada titik-titik yang memiliki riwayat banjir setiap kali hujan deras mengguyur.

Selama dua pekan berjalan, camat dan lurah diminta tidak hanya membersihkan parit dari pendangkalan dan sumbatan, tetapi juga memetakan wilayah rawan banjir serta mencari solusi penanganannya.

"Seluruh lurah saya minta memetakan daerah masing-masing, mana yang berpotensi rawan, apa solusinya. Saat hujan, dilihat dan dicek," jelasnya.

Pemetaan tersebut akan menjadi bahan evaluasi. Dalam pekan ini, Markarius berencana kembali memanggil seluruh camat dan lurah untuk mengevaluasi kinerja Tim Lestari di lapangan. Hasil pemantauan saat hujan, termasuk lokasi genangan baru, akan menjadi dasar pengerahan personel gotong royong dan alat berat.

Markarius mengakui, Tim Lestari memiliki keterbatasan personel dan peralatan. Untuk pekerjaan yang membutuhkan alat berat, Pemko akan memperkuat koordinasi lintas Organisasi Perangkat Daerah (OPD).

Camat dan lurah diminta aktif berkoordinasi dengan Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR), Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman (Perkim), hingga Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD).

"Beberapa pekerjaan memang tidak bisa dibersihkan oleh Tim Lestari karena membutuhkan alat. Itu kita hubungkan dengan PUPR agar mendapat dukungan. Kita sudah arahkan PUPR untuk memprioritaskan pekerjaan penanganan dan antisipasi genangan serta banjir," ungkapnya.

Ia menegaskan, pembersihan drainase harus mengutamakan lokasi yang paling membutuhkan. Meski permintaan rutin dari masyarakat tetap diperhatikan, kawasan dengan risiko genangan tinggi akan menjadi prioritas utama.*****

 

Terkini