Rabu, 10 Agustus 2022
Follow:
 
Gerah LPG 3kg Langka & Mahal, DPRD Inhu: Bila Ketahuan Agen Ditutup

Elfi | Inderagiri Hulu
Jumat, 17/04/2020 | 13:36:42 WIB

TERKAIT:
   
 
RENGAT, LIPO - Banyaknya laporan masyarakat dari berbagai wilayah Kabupaten Indragiri Hulu (Inhu) terkait penjualan gas LPG 3 kg diatas Harga Eceran Tertinggi (HET), membuat anggota DPRD Inhu gerah. Disamping dijual dengan harga tinggi, gas LPG tersebut juga sulit dicari.

Hal tersebut terungkap saat Komisi II DPRD Inhu melaksanakannya Hearing. 

Dengar pendapat tersebut dihadiri Komisi II, di Pimpinan oleh Ketua Komisi II DPRD Inhu Dodi Irawan SHi, Wakil Ketua Komisi II, Martimbang Simbolon, sejumlah anggota, diantaranya Rosman Yatim, Eka Mulia Mahputra, Syarial, Ninik Mulyani, Chandra Sharagi, Alex, dihadiri antara lain oleh Kepala Dinas Perdagangan Inhu Hikmat Praja, Kabag Perekonomian Setwilda Inhu Ory Hanang Wibisono, perwakilan SPBE Inhu dan 6 Agen.

Untuk diketahui, sejak tahun 2015, harga Eceran Tertinggi (HET) Kabupaten Inhu gas isi ulang LPG 3kg di 14 Kecamatan adalah, di 9 Kecamatan se-Inhu mulai dari Kecamatan Rengatbarat, Seberida, Batanggansal, Batangcenaku, Rengat, Kualacenaku, Pasirpenyu, Sei-Lala dan di Kecamatan Lirik HET LPG 3Kg senilai Rp18.050.

Kemudian untuk di Kecamatan Rakitkulim Rp18.300, Kelayang Rp18.650, Lubuk Batu Jaya Rp18.800, Peranap Rp19.050 dan harga LPG 3Kg di Kecamatan Batang peranap senilai Rp21.300. 

HET tersebut sesuai dengan surat keputusan Bupati Inhu nomor 378/VIII/2015 tentang HET LPG 3Kg di seluruh wilayah Kabupaten Inhu. 

Hearing yang dilaksanakan di ruang Banmus DPRD Inhu, Kamis (15/4/2020) dipimpin langsung oleh Ketua Komisi II Dodi Irawan akan membahas  hasil sidak lapangan anggota dewan ke pangkalan gas LPG, dan juga menindaklanjuti laporan masyarakat.

Anggota Komisi II DPRD Inhu Rosman Yatim, dalam hearing tersebut menyatakan, bahwa dirinya mempertanyakan mengapa gas LPG 3 kg bersubsidi bisa langka di Inhu. Belum lagi harga LPG tidak sesuai dengab HET yang telah ditetapkan Rp18.050 per tabung bisa sampai Rp35.000. 

"Mana pengawasan yang dilakukan oleh pihak agen serta pihak terkait lainnya. Jangan sampai masyarakat yang dipersalahkan dengan kelangkaan gas dan juga melambungnya harga," jelas Rosman.

Menurut Rosman, pihaknya juga mendapatkan ada masyarakat yang datang bawa KTP dan surat miskin kepangkalan tidak dilayani. Bahkan, dalam waktu hanya dua jam gas LPG 3kg bisa habis di pangkalan. 

Ditempat yang sama anggota dewan lainnya Martimbang Simbolon menambahkan, bahwa di pangkalan diyakini ada mafia yang memainkan harga. Dengan alasan hanya dalam waktu singkat dua jam saja gas bisa habis di pangkalan.

"Banyak ibu-ibu yang menangis tidak lagi bisa memasak di rumahnya akibat kelangkaan gas LPG 3 kg bersubsidi. Bahkan ada ibu-ibu yang seperti pengemis untuk mendapatkan gas dipangkalan tidak diberikan oleh pangkalan, di sinilah diduga mafia harga bermain dan menjualnya keluar dan bukan masyarakat miskin," ungkap Simbolon dengan nada tinggi.

Lebih jauh Simbolon mengatakan, bahwa di Inhu masih kekurangan sebanyak 56 pangkalan. Dibeberapa desa yang banyak masyarakat miskinnya tidak ada pangkalan, sehingga membuka peluang mafia harga bermain, dan ditambah lagi tidak ada pengawasan dari agen yang membentuk pangkalan.

Selain itu menurutnya, para supir angkutan gas LPG ini juga diduga mendapatkan uang "asam" dari pangkalan. Pada hal untuk angkutan sudah diperhitungkan semuanya, praktek seperti ini membuat pangkalan menaikkan harga

"Jadi harus ada solusi yang jelas dan secepatnya agar gas LPG 3 kg bersubsidi tidak langka serta harganya dikembalikan HET. Sebentar lagi memasuki bulan Ramadhan, saat ini juga masyarakat disibukkan dengan corona, jadi jangan sampai ditambah lagi  beban masyarakat," ungkap Simbolon

Hal senada juga diungkapkan Candra Saragih, bahwa saat sidak ke lapangan dirinya tidak melihat adanya pengawasan dilapangan. Serta masyarakat mengeluhkan habisnya LPG 3 kg hanya dalam waktu dua jam.

Selain itu ternyata di pangkalan juga ada yang membackingnya. Sehingga dengan seenaknya pangkalan menaikkan harga LPG bersubsidi jauh dari harga HET yang sudah ditetapkan.

Pada kesempatan tersebut Kepala Dinas Perdagangan Kab Inhu Hikmat Praja mengatakan bahwa pihaknya sudah melakukan pemanggilan terhadap agen gas LPG 3 kg bersubsidi. Terkait dengan adanya pengaduan masyarakat serta kelangkaan gas tersebut. 

"Dalam melaksanakan distribusi gas LPG ke pangkalan merupakan tanggungjawab agen. Jadi agenlah yang harus menindak setiap pangkalan yang menjual gas tidak sesuai dengan HET yang telah ditetapkan," jelas Hikmat.

Pada kesempatan tersebut Ketua Komisi II Dodi Irawan menambahkan, bahwa hearing yang dilaksanakann harus mendapatkan solusi. Agar gas bersubsidi ini tidak langka dan harganya dapat dikembalikan kepada HET.

"Jangan ada lagi keluhan masyarakat Inhu akan kebutuhan gas LPG 3 kg," tegas Dodi

Dalam hearing tersebut hadir juga  Sugeng Winarto mewakili SPBE  Awal Bros Bumi Pusaka. Adapun 6 agen yang hadir Dirut PT Belilas Permai Indragiri, Akhmad Saqowi, Dirut PT Prima Nugraha Indragiri, Yudha Remufa, Dirut PT Bharti Noograha Sejati, Dodi Boy Penalosa, Dirut PT Citra Cahaya Gasindo, Apriadi, Dirut PT Salama Asagas Utama, Seprianto, Dirut PT Tandano Alam Jaya, Ade Achandra RJ.

Rapat hearing Komisi II DPRD Inhu dengan Dinas Perindustrian dan Perdagangan Inhu, Kabag Ekonomi dan SDM Setda Inhu, SPBE Inhu dan Agen LPG di Inhu menyepakati sebagai berikut, Pangkalan LPG yang ada di Inhu harus menjual LPG dengan menggunakan nota penjualan dan Harga Eceran Tertinggi (HET) sesuai dengan keputusan bupati Inhu nomor : Kpts. 379/VII/2015 tentang penetapan harga eceran tertinggi LPG bersubsidi tabung 3KG di Inhu dan apabila pangkalan LPG menjual melebihi dari HET akan diberi sanksi berupa pengurangan Quota dan penutupan pangkalan.

Selanjutnya apabila agen LPG tidak melakukan sanksi pada poin (1) kepada pangkalan LPG maka agen LPG tersebut akan direkomendasikan kepada Pertamina berupa pengurangan quota dan penutupan pangkalan. Dan Pangkalan LPG di Inhu membuka atau melayani konsumen pangkalannya minimal 3 hari setelah didistribusikan dari agen LPG ke Pangkalan. (lipo*15)



Berita Lainnya :
 
  • Investor Lirik KITB, Wabup Husni Merza Terima Kedatangan Audiensi LRDI dan Mitranya
  • SKementerian ATR BPN Setujui Rencana Detail Tata Ruang KITB
  • Sekda Arfan Ucapkan Selamat HUT Riau ke 65
  • HUT ke-65 Riau, Sinergitas Pembangunan Kolaborasi Pemprov Dengan Pemkab Semakin Banyak dan Erat
  • Pj. Camat Sentra Jon Hendri Sampaikan Pidato Gubri Hari Jadi Provinsi Riau Ke - 65
  • Kejari Kota Mojokerto Telisik Dugaan Penyelewengan Dana CSR
  • Kasus Pengadaan Tower PLN, Dua Saksi Diperiksa Penyidik Kejagung
  • Kinerja Kejaksaan RI Meningkat, Majelis Adat Dayak Nasional Apresiasi Kepemimpinan Burhanuddin
  • Bupati Alfedri Sambut Kepala SKK Migas di Istana Sultan Siak Asserayah Hasyimiyah
  •  
     
     
     
       
    Nasional Daerah
    Politik Hukrim
    Ekonomi Otomotif
    Sport Internasional
    Hiburan Bandar Serai
    Lifestyle Tekno
    Travelling    
       
    Copyright © 2014-2021 LiputanOke.Com, All Rights Reserved - Redaksi - Pedoman Media Siber - Info Iklan - Disclaimer - Index