Senin, 30 November 2020
Follow:
 
Menakutkan! Ilmuan ini Gambarkan Seperti Apa Kiamat

ELFI | Bandar Serai
Minggu, 23/08/2020 | 10:52:19 WIB
Ilustrasi/Int
TERKAIT:
 
 
LIPO - Bila kita mendengar kata-kata kiamat, maka yang terbayang adalah suatu keadaan bumi yang sangat mengerikan. Bagi banyak orang, kiamat adalah rahasia Tuhan yang tak bisa diungkap oleh siapapun. 

Banyak orang berusaha mecoba memecahkan misteri Kiamat dengan berbagai sisi ilustrasi, namun tetap saja tidak bisa memberikan jawaban yang pasti kapan dan seperti apa Kiamat itu terjadi.

Seorang ilmuwan mencoba memecahkan misteri ini dengan melakukan serangkaian perhitungan untuk menentukan kapan alam semesta akan berakhir. 

Dikutip dari Kumparan.com, penelitian yang diterbitkan dalam jurnal Monthly Notices of the Royal Astronomical Society, mencatat bahwa beberapa triliun tahun mendatang, ketika kiamat tiba, bintang-bintang akan meledak dalam intensitas yang sangat lambat.  

"Alam semesta menjadi tempat yang menyedihkan, sepi, dan dingin," kata Matt Caplan, penulis studi yang merupakan seorang fisikawan teoritis. 

"Ini dikenal sebagai ‘kematian panas', di mana alam semesta sebagian besar akan menjadi lubang hitam dan bintang yang terbakar." sebutnya lagi.

Dalam penelitian tersebut Caplan melihat potensi ledakan bintang dan menemukan bahwa di masa depan bintang yang lebih kecil seperti katai putih akan meledak dalam supernova. Saat mereka menjadi lebih padat, bintang-bintang ini akan meredup, membeku dan berubah menjadi katai hitam yang mampu menghasilkan besi.

"Bintang yang (ukurannya) kurang dari 10 kali massa Matahari tidak memiliki gravitasi atau massa jenis untuk menghasilkan besi seperti bintang masif, sehingga mereka tidak dapat meledak dalam supernova saat ini," kata Caplan. 

"Saat katai putih mendingin beberapa triliun tahun ke depan, mereka akan menjadi lebih redup, akhirnya membeku menjadi bintang katai hitam yang tidak lagi bersinar." terangnya lagi.

Karena besi tidak bisa terbakar, ia akan menumpuk di intinya sehingga memicu runtuhnya bintang dan meledak dalam supernova. 

Caplan memperkirakan ledakan pertama dari supernova katai hitam ini terjadi dalam waktu sekitar 10 pangkat 1.100 tahun. Ini artinya, kiamat yang dimaksud Caplan akan terjadi dalam kurun waktu ratusan triliun tahun ke depan. 

Kendati begitu, Caplan mengatakan bahwa tidak semua bintang yang berubah menjadi katai hitam akan meledak. Hanya bintang yang punya massa antara 1,2 dan 1,4 kali massa Matahari yang diprediksi bakal meledak. Sedangkan 99 persen bintang lainnya akan tetap menjadi bintang katai hitam. 

Katai hitam terbesar bakal meledak terlebih dahulu. Kemudian diikuti bintang yang lebih kecil. Saat itu, alam semesta akan mengalami kekosongan besar-besaran hingga tidak dapat dikenali sama sekali.  

"Sulit membayangkan apapun yang terjadi setelah itu. Supernova katai hitam mungkin menjadi hal menarik terakhir yang terjadi di alam semesta. Mereka mungkin menjadi supernova terakhir yang pernah ada," kata Caplain.  

"Galaksi akan menyebar, lubang hitam menguap, dan perluasan alam semesta akan menarik semua objek yang tersisa sehingga tidak ada yang akan melihat objek lainnya meledak," lanjut dia. (*1)




Berita Lainnya :
 
  • Ini Pengurus dan Lambang Baru PKS
  • Tanam 20 Ribu Bibit Pohon, KTH SEBAR: Ini Amanah Ibu Menteri LHK
  • LPPM UNRI Desain Masreplan Ruang Terbuka Hijau Desa Lambang Sari INHU
  • Kejati Riau Usut Perkara Dugaan Bagi-bagi Proyek di Kabupaten Bengkalis
  • Sukseskan Pengamanan Pilkada Tahun 2020, Polres Siak Gelar Simulasi Sispamkota
  • Bawaslu Gandeng Komunitas & Pemilih Pemula Sosialisasikan Pengawas Pilkada Kuansing 2020
  • Polres Pelalawan Usut Temuan 51 Paket Sembako Milik Salah Satu Paslon
  • Tinggalkan RS Lewat Belakang, HRS Layangkan Sepucuk Surat Pernyataan Terkait Hasil Swab
  • Susi Pudjiastuti Menangis, Sebut Indonesia Satu-satunya Penjual Bibit Lobster di Dunia
  •  
     
     
     
       
    Nasional Daerah
    Politik Hukrim
    Ekonomi Otomotif
    Sport Internasional
    Hiburan Bandar Serai
    Lifestyle Tekno
    Travelling    
       
    Copyright © 2014-2020 LiputanOke.Com, All Rights Reserved - Redaksi - Pedoman Media Siber - Info Iklan - Disclaimer - Index