Jumat, 14 Mei 2021
Follow:
 
Israel Tolak Beri Izin, Pemilu Pertama Palestina Dibatalkan

elpi | Internasional
Rabu, 28/04/2021 | 05:00:59 WIB
Ilustrasi/ant
TERKAIT:
 
 
YERUSALEM, LIPO - Pejabat Mesir mengkonfirmasi keputusan Otoritas Palestina untuk membatalkan pemilu pertamanya dalam 15 tahun terakhir, mengutip penolakan Israel untuk mengadakan pemungutan suara di Yerusalem Timur. 

Keputusan itu secara efektif akan memberikan hak veto kepada Israel atas penyelenggaraan pemilu, meskipun Presiden Mahmoud Abbas juga bisa mendapatkan keuntungan dari pembatalan pemungutan suara.

Seorang diplomat Mesir dan seorang pejabat intelijen mengatakan, mereka telah diberitahu tentang keputusan itu, yang akan diumumkan pada pertemuan faksi-faksi Palestina. Mereka mengatakan Mesir sedang dalam pembicaraan dengan Israel untuk mencapai kompromi untuk memungkinkan pengadaan pemungutan suara, meski upaya tersebut sejauh ini gagal.

Pejabat intelijen itu mengatakan Hamas ingin pemilihan terus berjalan tetapi tidak ada faksi yang ingin melanjutkan tanpa jaminan dari komunitas internasional bahwa pemungutan suara akan diadakan di Yerusalem timur. Pejabat itu mengatakan bahwa faksi-faksi sedang membahas pembentukan pemerintah persatuan, tanpa memasukkan Hamas.

Sementara itu, Komisi Pemilihan Palestina mengatakan setidaknya 6.000 pemilih di Yerusalem timur perlu menyerahkan surat suara mereka melalui kantor pos Israel sesuai dengan perjanjian sebelumnya, sementara 150.000 lainnya dapat memberikan suara dengan atau tanpa izin Israel.

Sejumlah kecil pemilih yang membutuhkan izin Israel tampaknya tidak akan berdampak menentukan pada pemungutan suara, tetapi partisipasi mereka dipandang penting secara simbolis untuk mempertahankan klaim Palestina atas Yerusalem timur. Namun Israel belum mengatakan apakah akan mengizinkan mereka untuk memilih.

Mereka juga memberikan alasan bagi Abbas untuk membatalkan pemilihan parlemen bahwa gerakan Fatahnya diperkirakan akan kalah telak. Fatah telah terpecah menjadi tiga daftar saingan, membuka jalan bagi Hamas untuk muncul sebagai partai terbesar di parlemen. Israel dan komunitas internasional, yang memandang Hamas sebagai kelompok teroris, juga akan dengan tenang menyambut penundaan atau pembatalan pemungutan suara.(lipo*3/rol)



Berita Lainnya :
 
  • Anies dan Zulkifli Hasan Bertemu Malam-malam, Bahas Apa?
  • 849 Napi Pekanbaru Dapat Remisi Idulfitri 1442 Hijriah
  • Polisi Tangkap Bandar Sabu Senilai 400 Miliar dari Jaringan Timur Tengah
  • Mulai 14 Mei, Sejumlah Destinasi Wisata di Sumbar Akan Ditutup
  • TNI Terlibat Baku Tembak dengan KKB, Dua Orang Tewas
  • Riau Kembali Tempati Peringkat Dua Kasus Positif Corona Secara Nasional
  • Total Suspek Covid-19 di Riau Mencapai 87.793 orang, Ribuan Orang Masih Jalani Isolasi
  • Narapidana di Riau Peroleh Remisi & Pembebasan dari Menkumham
  • Perkuat Daya Tahan Tubuh, Yuk Minum Wedang Jahe hingga Kayu Manis
  •  
     
     
     
       
    Nasional Daerah
    Politik Hukrim
    Ekonomi Otomotif
    Sport Internasional
    Hiburan Bandar Serai
    Lifestyle Tekno
    Travelling    
       
    Copyright © 2014-2021 LiputanOke.Com, All Rights Reserved - Redaksi - Pedoman Media Siber - Info Iklan - Disclaimer - Index