Minggu, 28 November 2021
Follow:
 
Konversi Bank Riau Kepri ke Syariah Segera Terwujud, Januari 2022 Akan Dilaunching

elpi | Ekonomi
Selasa, 16/11/2021 | 19:28:50 WIB
Jajaran Manajemen BRK foto bersama/Lipo
TERKAIT:
 
 
PEKANBARU, LIPO - Direktur Utama Bank Riau Kepri Andi Buchari mengatakan proses konversi perseroan menjadi Bank Syariah sudah memasuki tahap akhir. Sementara itu, izin dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK) paling cepat terbit akhir Desember 2021 mendatang.

"OJK akan melakukan validasi akhir atau pemeriksaan on the spot yang menjadi bagian akhir dari tahapan konversi Bank Riau Kepri menjadi Bank Syariah. Dan semoga Desember 2021 nanti izinnya bisa terbit dan segera dilaunching. Dan kami berharap Januari 2022 sudah launching," kata Direktur Utama Bank Riau Kepri Andi Buchari saat konferensi pers bersama media di lantai 4 Gedung Menara Bank Riau Kepri, Selasa (16/11/2021).

Menurutnya, pada tahapan akhir ini, OJK akan mendatangi kantor layanan Bank Riau Kepri guna melihat langsung kesiapan perusahaan menjadi bank syariah. Diperkirakan jadwal kunjungan bisa dilakukan pada pekan ini.

"Nanti OJK akan ke kantor cabang, atau kantor kas bank untuk melakukan validasi dan pengujian terhadap SDM dan teknologi kami," sebut Andi sembari menyampaikan, proses konversi BRK menjadi bank syariah cukup panjang. 

Pada April 2021 lalu misalnya, pihaknya telah menyampaikan seluruh dokumen yang diperlukan untuk memenuhi persyaratan administrasi yang juga menjadi tahapan proses konversi. Selain mengirimkan softcopy dokumen dimaksud, perseroan juga mengirimkan hardcopy atau dokumen asli langsung kepada OJK Riau. Sebanyak tiga kontainer dokumen administrasi telah dikirimkan, dan sesuai aturan seluruhnya harus dibaca, diverifikasi dan divalidasi oleh OJK. 

Menurutnya hal ini menandakan izin konversi bukan sesuatu yang mudah dilakukan tanpa proses, dan pihaknya membuktikan telah melalui tahapan demi tahapan untuk mencapai tujuan tersebut.

"Secara administratif PT Bank Riau Kepri (BRK) telah melengkapi berbagai persyaratan untuk kebutuhan proses konversi menjadi bank syariah. Selain itu, perseroan juga telah melakukan persiapan layanan dengan cara membuka dan melayani aktivitas layanan syariah di semua kantor cabang konvensional. Dengan upaya ini, kami harapkan proses konversi Bank Riau Kepri menjadi bank syariah dapat segera tuntas dan izin dari OJK dapat diterbitkan Januari 2022," ujarnya.

Dengan langkah tersebut, katanya, menjadi pembuktian kepada masyarakat bahwa BRK telah siap untuk melayani masyarakat Riau sebagai bank syariah. Bahkan untuk meningkatkan pelayanan dan memudahkan nasabah, tahun ini BRK  juga sudah melakukan penambahan 115 ATM yang tersebar di 21 kabupaten/kota yang ada di Provinsi Riau dan Provinsi Kepri.

Lantas bagaimana dengan nasabah atau deposan non muslim? Andi menyampaikan, BRK telah melakukan sosialisasi dan edukasi tentang konversi Bank Riau Kepri menjadi bank syariah yang ditujukan khususnya bagi Nasabah non muslim.

Menurut Andi Buchari, tidak perlu ada yang dikhawatirkan dengan adanya konversi ini khususnya bagi nasabah BRK yang non muslim. Karena nantinya setelah menjadi bank syariah tidak ada satupun hak nasabah yang dikurangi, sebaliknya mungkin saja lebih tergantung kinerja bank nantinya dalam mengelola bisinisnya, artinya besaran bunga yang selama ini diterima oleh nasabah minimal akan sama dengan besaran bagi hasil yang akan diterima oleh nasabah jika di ekuivalen kan dalam bentuk persentase seperti bunga nantinya.

Bagi nasabah khususnya yang non muslim tidak perlu khawatir jika nanti Bank Riau Kepri telah berkonversi menjadi bank syariah, karena tidak ada hak dari nasabah yang selama ini diterima akan dikurangi, namun bisa saja lebih apabila nantinya dalam menjalankan bisnisnya bank berhasil meraih keuntungan lebih tinggi. 

"Namun apabila keuntungan yang diraih lebih rendah dari ekspektasi, maka bagi hasil yang diterima oleh nasabah tidak akan dikurangi, bank punya formula untuk itu dan dibolehkan, jadi agak keliru pemikiran selama ini yang mungkin beredar ditengah tengah masyarakat bahwa sistem syariah adalah system dimana untung dibagi bersama dan rugi ditanggung bersama," pungkas Andi.(***)





Berita Lainnya :
 
  • JPU Kejari Kuansing Resmi Lakukan Perlawanan Atas Putusan Hakim Membebaskan IAL
  • Polres Siak Tangkap 2 Orang Pengedar Sabu, 1 Orang DPO
  • Sisir Otak Pelaku, Densus 88: Penangkapan Terduga Teroris Disertai Bukti yang Cukup
  • Sita Rp8,95 Milliar Dari Kasus Anak Usaha BUMN, Polda Metro Jaya Belum Tetapkan Tersangka
  • Erick Thohir Dorong BUMB Kolaborasi Pembangunan Infrastruktur Turis Lokal di Riau
  • Mau Disamakan Seperti FPI, Kader PP Riau Unjuk Rasa Minta Junimart Girsang Dicopot
  • Polres Siak Tangkap Pelaku Ilegal Logging, Diduga Babat Cagar Biosfer Giam
  • Bupati Siak Hadiri Peresmian Markas Kodim 0322/Siak
  • Dua Camat Diprediksi Duduki Kursi Kadis di Pemko Pekanbaru
  •  
     
     
     
       
    Nasional Daerah
    Politik Hukrim
    Ekonomi Otomotif
    Sport Internasional
    Hiburan Bandar Serai
    Lifestyle Tekno
    Travelling    
       
    Copyright © 2014-2021 LiputanOke.Com, All Rights Reserved - Redaksi - Pedoman Media Siber - Info Iklan - Disclaimer - Index