Sabtu, 28 Mei 2022
Follow:
 
Menlu RI: 23 Juta Rakyat Afghanistan Terancam Kelaparan

elpi | Internasional
Senin, 20/12/2021 | 11:36:30 WIB
Menteri Luar Negeri Republik Indonesia (Menlu RI) Retno Marsudi/int
TERKAIT:
 
 
JAKARTA, LIPO - Menteri Luar Negeri Republik Indonesia (Menlu RI) Retno Marsudi menyampaikan hasil data yang dikumpulkan Under-Secretary-General on Humanitarian Affairs and Emergency Relief Coordinator (UNOCHA), Martin Griffiths, yakni 23 juta rakyat Afghanistan menghadapi ancaman kelaparan. 

Kemudian fasilitas kesehatan dipenuhi anak-anak kekurangan gizi dan 70% guru tidak mendapatkan gaji dan jutaan anak dikhawatirkan tidak dapat sekolah. 

Hal ini diungkapkan Retno saat melakukan pertemuan Extra Ordinary para Menlu OKI di Islamabad, Pakistan, Sabtu (18/12/2021). Dalam rangkaian pertemuan tersebut Menlu Retno mengangkat sejumlah isu terkait Afghanistan, terutama situasi kemanusiaan di Negara Asia Selatan itu.

“OKI memiliki tanggung jawab moral untuk mengambil langkah konkrit membantu rakyat Afghanistan. Situasi kemanusiaan di Afghanistan semakin memburuk,” kata Retno dalam press briefing Pertemuan Luar Biasa Menlu OKI Islamabad (19/12/2021). 

Ia mengatakan, terdapat tiga peran OKI untuk membantu mewujudkan Afghanistan yang damai dan stabil. Pertama, OKI berperan sebagai jembatan dengan negara donor untuk mendistribusikan bantuan bagi rakyat Afghanistan. 

“Roadmap bantuan kemanusiaan dan pengaliran kebutuhan keuangan,” ujarnya. 

Kedua, OKI harus dapat memobilisasi dukungan dan resources untuk tangani krisis kemanusiaan di Afghanistan. Retno menyampaikan bahwa Indonesia sudah siap untuk berkontribusi untuk pendistribusian bantuan di Afghanistan.

 “Indonesia saat ini sedang siapkan bantuan makanan, berkoordinasi dengan badan PBB yang berada di lapangan,” ucapnya. Ketiga, ia mengatakan pentingnya membuat satu roadmap mengenai upaya untuk memenuhi komitmen Taliban untuk membentuk pemerintah yang inklusif, menghormati HAM termasuk hak perempuan, tidak menjadikan Afghanistan sebagai tempat breeding dan training bagi terorisme.(lio*3/okz)

 



Berita Lainnya :
 
  • Tim Tabur Kejaksaan Berhasil Menangkap Buronan Kasus Penggelapan di Jatim
  • Sederhana, Toleransi, Presiden Jokowi: Buya Syafii Maarif Sebagai Guru Bangsa
  • Diguyur Anggaran Ratusan Miliar, RSUD Arifin Achmad Pekanbaru Diminta Tingkatkan Pelayanan
  • Gubri Sampaikan Duka Cita Mendalam Atas Meninggalnya Buya Syafii Maarif
  • GPMPPK Gelar Demo di Kejagung RI, Desak Kejaksaan Ungkap Kasus Dana Hibah Siak
  • Ikuti Bimtek & Studi Pengembangan Pengelolaan Desa Wisata, ini Harapan Alfedri
  • Ketua DPRD Kuansing Ajak Semua Warga Jadi Duta Wisata untuk Negeri Sendiri
  • Janji Tinggal Janji.... Mantan Honorer di Kuansing Riau Gembok Pagar Kantor Camat
  • Indonesia Berduka, Ulama Kharismatik Buya Syafii Maarif Dikabarkan Wafat
  •  
     
     
     
       
    Nasional Daerah
    Politik Hukrim
    Ekonomi Otomotif
    Sport Internasional
    Hiburan Bandar Serai
    Lifestyle Tekno
    Travelling    
       
    Copyright © 2014-2021 LiputanOke.Com, All Rights Reserved - Redaksi - Pedoman Media Siber - Info Iklan - Disclaimer - Index