Breaking News
Besok, PWI Riau Gelar Baksos Donor Darah Sempena HUT ke-77 PWI | Curhatan Sang Ibu yang Bikin Hati Presiden Luluh, Begini Sosok Devid yang Dibantu Jokowi | Resmikan Gedung Baru SMAN 1 Pasir Penyu, Gubernur Syamsuar Berharap Siswa Siap Berinovasi | Cuaca di Riau Diprediksi Cerah Berawan Tanpa Hujan | 2023/2024, UNRI Siapkan Tiga Jalur Seleksi Penerimaan Mahasiswa Baru | Ketum Pordasi Sebut Pasca Covid-19 Gairah Olahraga Berkuda Mulai Bangkit Senin, 30 Januari 2023

 
BBM Naik Rakyat Menjerit, Mahasiswa: Pemerintah Seperti Kehilangan Arah
Selasa, 13-09-2022 - 18:15:01 WIB
Demo Mahasiswa Tolak Kenaikan BBM/int
Baca juga:
 
  • BBM Naik Rakyat Menjerit, Mahasiswa: Pemerintah Seperti Kehilangan Arah
  •  

    PEKANBARU, LIPO- Mahasiswa Fakultas Hukum, Universitas Riau (UR), menilai kenaikan Bahan Bakar Minyak (BBM) semakin membuat rakyat menjarit bahkan menderita.

    03 September 2022, Pukul 14.30 wib, adalah hari dimana Presiden Jokowi memberikan kejutan bagi seluruh masyarakat Indonesia dengan menaikkan harga bahan bakar minyak (BBM). Sehingga masyarakat banyak berasumsi negatif akibat kenaikan harga BBM ini.

    Apakah pemerintah tidak sadar kenaikan harga BBM akan berpengaruh terhadap daya beli masyarakat kecil?. Inflasi akan terjadi dan mengalami kenaikan dan juga harga pangan akan kembali naik, dampaknya membuat masyarakat kecil mengalami kesulitan.

    "Dalam UUD 1945 dijelaskan, tujuan Indonesia itu adalah untuk memajukan kesejahteraan umum. Namun, masyarakat sudah mulai tidak percaya terhadap tujuan negara tersebut, karena masyarakat menganggap naiknya BBM ini bukan untuk mensejahterakan rakyat, tetapi malah membuat hidup rakyat semakin melarat dan menjerit," Kata Dewi Sekar Harum, salah satu Mahasiswa Faskultas Hulum, Universitas Riau, pada Selasa (13/09/2022).

    UMR masyarakat masih di bawah rata-rata, tetapi dengan kenaikan harga BBM membuat seluruh harga bahan pokok menjadi naik, sehingga masyarakat kesulitan dalam mencukupi kebutuhan sehari-hari.

    "Tidak mungkin dalam kondisi pemulihan ekonomi setelah dampak COVID-19 yang membuat terhentinya ekonomi masyarakat BBM malah dinaikin, karena UKM dan UMR masyarakat masih di bawah rata-rata." Ucap Dewi Sekar Harum lagi.

    "Saran saya dalam masa krisis ekonomi sekarang seharusnya pemerintah tidak mengambil langkah untuk menaikkan harga BBM. Karena masyarakat sedang berada dalam fase pemulihan ekonomi dari dampak COVID-19. Seharusnya kalau memang subsidi dari BBM tersebut dicabut, terus disalurkan untuk masyarakat kecil yang UKM atau UMR masih di bawah rata-rata, sehingga dapat menstabilkan ekonomi mereka," Sambung Meisya Anindita Gusviar, Fakultas Hukum, Mahasiswa Universitas Riau.

    Restu Andika, Mahasiswa Fakultas Hukum, Universitas Riau, juga memberikan tanggapan terkait kenaikan harga BBM. Restu berpendapat, Pemerintah seharusnya mencari solusi dari dampak kenaikkan harga Bahan Bakar Minyak (BBM). Sebab jika pemerintah tidak cepat memberikan solusi maka akan mulai timbul rasa tidak percaya masyarakat terhadap pemerintah, sehingga munculnya asumsi tidak baik dan berujung demo dimana-mana.

    "Menurut saya solusi jangka panjang harus diambil oleh pemerintah supaya tidak terjadi inflasi berkelanjutan. Di zaman sekarang hidup serba susah apalagi setelah menghadapi COVID-19. Subsidi pada BBM ditarik dengan alasan sesalu bertambah tiap tahun, coba subsidi yang ditarik itu disalurkan untuk UKM atau untuk masyarakat kecil seperti Bantuan Langsung Tunah (BLT) yang dulunya 150 perbulan ditambahkan 250 sampe 300 perbulan sehingga dengan bertambahnya bantuan tersebut sebagai pengganti subsidi BBM," Terang Restu Andika, Mahasiswa Fakultas Hukum, Mahasiswa Universitas Riau.

    Ketika BBM naik tentu semua akan ikut naik, mulai dari komuditas pokok dan harga lain-lainnya akan ikut naik. Kenapa pada saat ini banyak gejolak atau kontra terhadap kebijakan yang ada karena pada dasarnya ketika BBM naik ini tentu akan menyusahkan masyarakat, banyak yang menyuarakan bahwasannya tidak seharusnya tidak dinaikkan, tetapi pada dasarnya hari ini BBM tetap dinaikkan.

    Dari segi pengelolaan keuangan yang ada disubsidi negara Malaysia dengan harga BBM lebih rendah daripada Indonesia memperoleh keuntungan dari itu, tetapi Indonesia dengan harga yang naik melejit, akan tetapi tidak memperoleh keuntungan, malah rugi. (*1)

     

    Ditulis :
    Restu Andika (2209126325)
    Meisya Anindita Gusviar (2209124361)
    Dewi Sekar Harum (2209124390)
    Mahasiswa/i Fakultas Hukum, Universitas Riau.

    Dosen Pengampu:
    Ilham Hudi, S.Pd.,M.Pd




     
    Berita Lainnya :
  • Besok, PWI Riau Gelar Baksos Donor Darah Sempena HUT ke-77 PWI
  • Curhatan Sang Ibu yang Bikin Hati Presiden Luluh, Begini Sosok Devid yang Dibantu Jokowi
  • Resmikan Gedung Baru SMAN 1 Pasir Penyu, Gubernur Syamsuar Berharap Siswa Siap Berinovasi
  • Cuaca di Riau Diprediksi Cerah Berawan Tanpa Hujan
  • 2023/2024, UNRI Siapkan Tiga Jalur Seleksi Penerimaan Mahasiswa Baru
  •  
    Komentar Anda :

     


     

    Liputanoke.com adalah Situs berita riau terkini, media online yang melayani informasi dan berita dengan mengutamakan kecepatan serta kedalaman informasi. Portal berita ini selama 24 jam dalam sepekan selalu update, dan secara kreatif mengawinkan teks, foto, video dan suara dan kami fokus pada pembaca di Indonesia dan Riau khususnya, baik yang berada di tanah air maupun yang tinggal di luar negeri. Selengkapnya

     
    Quick Links
     
    + Home
    + Redaksi
    + Disclaimer
    + Pedoman Berita Siber
    + Tentang Kami
    + Info Iklan
     
    Kanal
     
    + Nasional
    + Daerah
    + Politik
    + Hukrim
    + Ekonomi
    + Otomotif
    + Sport
    + Internasional
    + Opini
    + Indeks
     
     

    Alamat Kantor/Redaksi

     
    PT. Mentari Kreasi Media
    Jl. Tengku Bey, Maya Graha
    Simpang Tiga, Bukitraya
    Pekanbaru Riau

    Hotline :


    08126891040 - 08127549754
    Email: liputanoke@yahoo.com
    www.liputanoke.com
     
    Copyright © 2022 liputanoke.com, all rights reserved