Kapok! Ogah Ikuti Drama SBY JK & Paloh, Anies Diramal Bakal Ditinggal Sosok Satu Ini

Anies Baswedan/Foto: gonews

LIPO - Menjelang kontestasi 2024, panggung politik kian semarak. Berbagai manuver pun di lancarkan demi menarik simpatik. Soal hasil, urusan belakang. Yang penting jurus dan kuda-kuda dipasang dulu. 

Termasuk juga dalam menakar siapa yang bakal diajak menjadi kawan, dan siapa yang nantinya bakal jadi lawan. Lobi-lobi terus dilakukan. 

Komunikasi politik tidak hanya dijalin antar politisi partai, tapi juga dijalin dengan fugur tokoh non partai, seperti ormas, kelompok relawan, bahkan dengan tokoh-tokoh yang dianggap berpengaruh luas.  

Membahas pigur tokoh partai politik, dianggap kurang menarik, karena alasan toh nantinya keputusan yang diambil tetap sentralistik (Ketum Partai). 

Lalu, bila kita ingin melirik tokoh pigur yang masih dianggap berpengaruh untuk mendulang suara pada 2024 nanti, siapa figur nya?. 

Ada banyak pastinya. Tapi kebiasaan calon pada umumnya akan lebih dahulu melirik tokoh agama. Alasanya pun bermacam-macam, ada yang ngeles sowan, minta doa restu lah, sekedar minta petunjuk, bahkan ada yang tak segan-segan mengatakan minta dukungan. 

Ada dua tokoh yang salalu terseret dalam arus politik belakangan ini bila kita merujuk kontestasi pemilu 2019, adalah HRS dan UAS. 

Pada Pilpres 2019, kedua tokoh ini dinilai masyarakat lebih dekat dengan paslon Prabowo Subianto-Sandiga Uno ketimbang capres pasangan Jokowi-Ma'ruf Amin. Bahkan, UAS pernah berbisik ke Prabowo bahwa dirinya telah bermimpi Prabowo bakal menjadi Presiden. Sementara HRS lebih terang-terangan melakukan gerakan politik

dengan massa ormasnya mendukung Prabowo. Namun hasilnya, pasangan Jokowi-Ma'ruf Amin menenangkan kontestasi pilpres ini, yang konon didukung penuh mayoritas Nahdiyin. 

Nah, untuk menuju kontestasi 2024 mendatang, kemana keduanya akan berlabuh? 

Berdasarkan infomasi yang dilansir wartaekonomi.co.id, pada Rabu (21/09/22), aktivis Faizal Assegaf menyebutkan bahwa dirinya meyakini Habib Rizieq Shihab (HRS) sedang mengusung agenda perubahan terkait dengan situasi politik di Indonesia saat ini. Terlebih bila dikaitkan apakah HRS akan mendukung koalisi racikan antara Susilo Bambang Yudhoyono (SBY), Jusuf Kalla dan Surya Paloh, yang konon kabarnya akan mendorong pasangan Anies-AHY. 

Faizal Assegaf mengatakan, HRS dan sejumlah pihak yang saat ini ikut bersamanya tak akan mengikuti drama politik antara Susilo Bambang Yudhoyono (SBY), Jusuf Kalla dan Surya Paloh tersebut.

"HRS & berbagai elemen mengusung agenda perubahan, mustahil rela terperangkap DRAMA TAYANG ULANG, politik kotor SBY, Jusuf Kalla, Surya Paloh,” ujarnya dalam akun sosial medianya, Selasa, (20/9/2022).

Menurutnya, Pilpres 2014-2019, sudah cukup menjadi pelajaran yang sangat berharga. Perpecahan umat kata dia, dipicu oleh jebakan politik elite.

"Umat dgn potensi yg tersedia, saatnya menyatukan kekuatan politik melalui kemandirian & solidaritas atas bimbingan KEJUJURAN. Ruang kajian mesti diperluas," tulisnyaa.

Lebih jauh kata Faizal Assegaf, di berbagai forum kelompok kritis yang mengusung agenda perubahan telah menyimpulkan, saat ini perlunya jalan baru politik yang tidak lagi terjebak oleh deal elite Parpol.

Dirinya mengatakan perlu adanya jejaring yang bisa membangun serta menampung agenda perubahan yang sedang dicanangkan ini.

"Seluruh elemen rakyat hrs disatukan melalui jejaring sosial-politik yg dibangun scr konstruktif & independen," tandasnya.

Lalu bagaimana dengan UAS?, UAS sejauh ini belum menunjukan tanda-tanda ke figur mana akan berpihak. Dari sejumlah postingan di akun media sosialnya, UAS dalam rutinitas dakwahnya terus mengajak umat agar memeilih pemimpin yang amanah. (*1) 




TERKAIT