Tokoh Senior PPP Riau Blak-blakan, Dukung Langkah Kader Minta Syamsurizal Mundur dari Jabatan Ketua

Tokoh Senior PPP Riau Blak-blakan, Dukung Langkah Kader Minta Syamsurizal Mundur dari Jabatan Ketua
Syamsurizal/F: int

PEKANBARU, LIPO - Tokoh senior Partai Persatuan Pembangunan (PPP), Riau Syofyan Hamzah, angkat bicara perihal riak-riak yang terjadi di tubuh PPP Riau yang berujung desakan Syamsurizal mundur sebagai Ketua DPW PPP Riau.

Kepada liputanoke.com, Ketua Majelis Syariah DPW PPP Riau itu mengaku mendukung langkah yang diambil oleh sejumlah pengurus dan kader tersebut.

"Saya mendukung langkah-langkah yang dilakukan sejumlah pengurus dan kader. Karena mereka menilai sudah tidak puas akan kepemimpinan Syamsurizal," kata Syofyan Hamzah, Minggu 15 Juni 2024.

Salah satu ketidakpuasan kader katanya diantaranya hasil pemilu 2024 dimana Syamsurizal gagal menempatkan kadernya di DPRD hingga DPR RI.

"Malahan menurun drastis tidak ada sama sekali. Seperti Pekanbaru. Seharusnya dalam pemilu kemarin mereka meminta pendapat, doa kepada kita tokoh-tokoh senior," ujarnya.

Diceritakan Sofyan riak-riak ini sudah dari dulu dirasakan pasca Syamsurizal ditunjuk menjadi Ketua DPW PPP Riau. Tapi puncaknya terjadi saat ini. 

Kekecewaan pertama katanya ketika Syamsurizal menyusun kepengurusannya. Dimana kader yang ditempatkannya untuk bidang tertentu tidak ada komunikasi secara personal dan tidak sesuai bidangnya.

"Kalau seperti yang sudah-sudah walaupun masih kepemimpinan kami pengurus harian untuk menetapkan sesuatu menghubungi personal. Namun dalam masa Syamsurizal tidak pernah ditanyakan seperti saya tidak ada permintaan untuk ditempatkan posisi ketua majelis syariah. Dan saya sendiri menilai tidak cocok di situ," ungkapnya.

Maka dari itu katanya tidak dipungkiri banyak beberapa pengurus tidak aktif menjalankan kegiatan kepartaian dan malahan ada yang mengundurkan diri karena tidak cocok.

"Kekecewaan kedua ketika walikota Dumai ketika itu meninggal, dibawah kepemimpinan Syamsurizal tidak sanggup mencari penggantinya. Padahal itu kader PPP.  Akibat ketidakmampuan kader yang berjuang bersama PPP menilai Ketua DPW sekarang kurang perhatian tak seperti ketua masa lalu," terangnya.

Kekecewaan ketiga yang diterimanya terkait kepemimpinan Syamsurizal terkait kebijakannya yang tidak sesuai anggaran dasar/rumah tangga (AD/ART) partai.

"Contohnya saat pelaksanaan muscab di beberapa DPC dimana hasil yang disusun formatur hampir semua di tukar oleh ketua DPW dan membuat kegoncangan bagi pengurus DPC. Alhasil riak ini sampai berkepanjangan," paparnya.

Kekecewaan lainya lanjutnya terkait kebijakannya yang tidak merangkul kader dan tokoh senior yang berjasa tapi lebih senang merangkul orang muda yang tidak tahu bagaimana keaktifannya yang mana masyarakat juga tidak kenal calon yang direkrut sehingga tidak menarik simpatik masyarakat. 

"Dan terakhir berkaitan tidak dijalankannya kunjungan ke daerah. Kalau masa kepemimpinan yang dulu ada kunjungan ke daerah, hampir semua pengurus inti dibawa. Tapi selama kepemimpinan Syamsurizal tidak semua dikunjungi, hanya beberapa dapilnya saja seperti Bengkalis, Meranti, Dumai, Pekanbaru sehingga kader yang lain kecewa ini laporan yang sampai ke kita," pungkasnya.

Seperti diwartakan sejumlah kader dan pengurus DPW PPP Riau mendatangi DPP PPP meminta Syamsurizal diganti sebagai Ketua. 

Desakan ini karena kader  menilai anggota DPR-RI ini tidak mampu menjalankan tugasnya sebagai ketua partai sehingga kader tak menginginkannya lagi sebagai ketua DPW PPP Riau.*****

Ikuti LIPO Online di GoogleNews

#PPP

Index

Berita Lainnya

Index