Plt Gubri Dukung Program Swasembada Pangan Presiden Prabowo

Plt Gubri Dukung Program Swasembada Pangan Presiden Prabowo

PEKANBARU, LIPO - Pemerintah Provinsi (Pemprov) Riau mengikuti rangkaian Panen Raya dan Pengumuman Swasembada Pangan bersama Presiden RI Prabowo Subianto secara virtual, Rabu (7/1/2026). Kegiatan ini dihadiri Pelaksana Tugas (Plt) Gubernur Riau SF Hariyanto.

SF Hariyono sangat mendukung program tersebut, ia hadir didampingi Pangdam XIX/Tuanku Tambusai Mayjen TNI Agus Hadi Waluyo, Kapolda Riau Irjen Pol Herry Heryawan dan Danrem 031/Wira Bima Brigjend TNI Jarot Supriyanto.

Dalam pidatonya, Presiden RI Prabowo Subianto menyatakan bahwa pencapaian swasembada pangan merupakan bukti nyata Indonesia telah menjadi bangsa yang kuat. Keberhasilan ini sekaligus menegaskan kemampuan negara untuk berdiri di atas kaki sendiri dalam memenuhi kebutuhan pangan rakyatnya.

"Acara ini merupakan pengumuman resmi bahwa Indonesia menjadi bangsa Swasembada Pangan. Kita buktikan bahwa bangsa kita bisa. Hari ini kita telah mencatat kemenangan, karena tidak ada bangsa yang merdeka, kalau rakyatnya tidak bisa makan. Bagaimana kita akan menjadi bangsa maju, jika pangan masih bergantung pada bangsa lain," katanya. 

Kepala Negara menegaskan bahwa bangsa Indonesia harus senantiasa waspada dan berani melakukan koreksi diri demi kemajuan. Selain itu, ia menekankan pentingnya kesiapan mental seluruh rakyat dalam menghadapi segala situasi dan keadaan di masa depan.

Presiden memahami, Indonesia memiliki kekayaan sumber pangan yang melimpah. Namun, hal ini menjadi tidak ada arti, jika tidak dikelola dengan baik.

"Setelah saya diangkat menjadi Presiden, saya paham atas kekayaan kita. Tapi saya prihatin dengan kenyataan bahwa kekayaan kita yang tidak dapat kita kelola, sehingga banyak kekayaan yang bocor," katanya.

Presiden Prabowo menyampaikan apresiasi dan terima kasih yang mendalam kepada seluruh petani di Indonesia atas dedikasi mereka dalam mensukseskan program swasembada pangan. Berkat kerja keras tersebut, kemandirian pangan nasional berhasil diwujudkan hanya dalam kurun waktu satu tahun.

"Terima kasih kepada seluruh organisasi petani di Indonesia. 1 tahun kita sudah swasembada dan tidak bergantung pada bangsa lain. Saya sungguh yakin dan bangga bahwa hari ini kita berhasil mengamankan masa depan Indonesia," sebutnya.

Sementara itu, Menteri Pertanian RI, Andi Amran Sulaiman, mengatakan sebanyak 160 juta petani menyampaikan terima kasih kepada Presiden RI atas perhatiannya terhadap keberlangsungan produksi pertanian.

"Perlu kami sampaikan, 160 juta petani menyampaikan apresiasi tertinggi dan terima masih atas kebijakan yang diciptakan. Salah satunya dengan regulasi pupuk yang terbit dalam 1 hari, sehingga menurunkan harga pupuk sebesar 20 persen," kata Amran Sulaiman.

Amran menegaskan, bahwa kebijakan pangan nasional kini menunjukkan hasil nyata. Stok beras nasional mencapai lebih dari 4 juta ton, tertinggi sepanjang sejarah Indonesia, sekaligus menandai berakhirnya impor beras medium yang selama ini membebani negara.

"Penegasan bahwa Indonesia telah mencapai swasembada pangan, khususnya beras, produksi beras yang diprediksi mencapai sekitar 34 juta ton, lebih cepat dari target awal yang ditetapkan Presiden dari 4 tahun menjadi 1 tahun," katanya.

Dikatakannya, langkah strategi telah diciptakan, seperti deregulasi kebijakan, intensifikasi dan optimasi lahan (Oplah). Kemudian, mekanisasi pertanian modern, serta penyediaan sarana prasarana seperti pupuk dan alat mesin pertanian (alsintan).

Capaian swasembada pangan diharapkan menjadi momentum bersejarah yang menandai kemandirian pangan bangsa Indonesia. Langkah ini sekaligus bertujuan untuk menghilangkan ketergantungan terhadap impor beras di masa yang akan datang.

Amran Sulaiman menyatakan bahwa pemerintah menargetkan penghentian impor gula putih demi mewujudkan swasembada pangan nasional secara menyeluruh. Target ambisius ini akan dicapai melalui peningkatan produksi, perluasan lahan tebu, serta penguatan stok cadangan pangan pemerintah.

"Perdana di tahun ini kita lakukan tidak lagi impor gula putih. Penghentian impor gula konsumsi adalah bagian dari upaya mewujudkan kemandirian dan kedaulatan pangan nasional," ungkapnya. *****

 

 

Ikuti LIPO Online di GoogleNews

#Swasembada Pangan

Index

Berita Lainnya

Index