Kisah Herlina, Elvita dan Sinta: Perjalanan Menjadi Mualaf dan Harapan Baru dari Bantuan UPZ BRK Syariah

Kisah Herlina, Elvita dan Sinta: Perjalanan Menjadi Mualaf dan Harapan Baru dari Bantuan UPZ BRK Syariah

PEKANBARU, LIPO - Bantuan yang disalurkan Unit Pengumpul Zakat (UPZ) Bank Riau Kepri Syariah (BRK Syariah) kepada para mualaf binaan Rumah Mualaf Pekanbaru bukan sekadar bantuan kebutuhan sehari-hari, tetapi juga menjadi penguat semangat bagi mereka yang sedang menjalani perjalanan hidup baru sebagai seorang muslim.

Tiga di antara penerima bantuan tersebut adalah Herlina, Elvita Sinaga dan Sinta Yanti. Mereka hadir dalam kegiatan penyerahan bantuan di Kantor Cabang BRK Syariah Arifin Ahmad, Rabu (13/5/2026), dengan kisah perjuangan hidup yang berbeda-beda.

Herlina yang telah menjadi mualaf selama satu tahun mengaku menemukan ketenangan setelah memeluk Islam. Perempuan berusia 48 tahun yang tinggal di kawasan Payung Sekaki itu kini harus menjalani hidup tanpa suami sambil membesarkan anak-anaknya.

Ia menceritakan bahwa dirinya dan anak-anak memutuskan masuk Islam lingkungan kerja dan kehidupan masyarakat muslim di sekitarnya yang penuh kepedulian dan kebersamaan.

“Mayoritas lingkungan kami muslim. Melihat mereka saling membantu dan berbagi membuat hati kami tergerak untuk masuk Islam,” ujarnya haru.

Hal senada disampaikan Elvita Sinaga. Perempuan kelahiran 1980 itu mengaku perjalanan hidup yang berat membawanya menemukan ketenangan dalam Islam.

Elvita yang sebelumnya merupakan seorang janda kini menjalani kehidupan bersama suami muslim dan merawat dua anak sambung.

“Cobaan hidup memang berat dulu, saya anak yatim piatu dan berjuang sendiri untuk sekolah adik-adik saya. Bahkan setelah menikah pertama dulu, saya juga tidak bahagia. Tapi sekarang saya merasa lebih tenang. Anak-anak sambung saya juga sangat baik dan sayang kepada saya walaupun mereka masih memiliki ibu kandung,” katanya.

Sementara itu, Sinta Yanti yang kini berusia 51 tahun mengaku mendapatkan kekuatan baru setelah memeluk Islam pada tahun 2023 bersama keempat anaknya.

Setelah sang suami meninggal dunia, Sinta harus menjalani hidup seorang diri sambil membesarkan anak-anaknya. Namun menurutnya, pembinaan dari Rumah Mualaf Pekanbaru membuat dirinya semakin kuat menjalani kehidupan. Ia sehari-hari bekerja di jasa pengiriman barang. 

“Sekarang anak-anak semuanya sudah masuk Islam. Kami belajar pelan-pelan dan merasa lebih tenang. Mulanya anak-anak yang sangat berkeras ingin masuk islam, karena di sekolah mereka senang mengikuti pelajar agama Islam,” ujarnya.

Ketua Rumah Mualaf Pekanbaru, Mukhsin Tampubolon mengatakan bahwa para mualaf membutuhkan pendampingan yang berkelanjutan, bukan hanya bantuan materi.

Menurutnya, saat ini terdapat sekitar 50 mualaf yang aktif mendapatkan pembinaan rutin setiap bulan. Para guru pembina bahkan mendatangi rumah-rumah mualaf untuk memberikan pengajaran agama dan motivasi.

“Kami ingin para mualaf merasa tidak sendiri. Karena itu pembinaan dilakukan dari rumah ke rumah agar mereka tetap semangat menjalani kehidupan baru sebagai muslim. Terima kasih kepada UPZ BRK Syariah yang sudah peduli dengan mualaf binaan kami,” ujarnya.

Ia pun menyampaikan terima kasih kepada UPZ BRK Syariah dan seluruh pegawai BRK Syariah yang telah menyisihkan sebagian rezekinya melalui zakat untuk membantu para mualaf.

“Semoga apa yang diberikan ini menjadi amal jariyah dan membawa keberkahan bagi seluruh pegawai BRK Syariah,” tutupnya.*****

 

Ikuti LIPO Online di GoogleNews

#BRK Syariah

Index

Berita Lainnya

Index