Heboh, Beruang Madu Masuk Permukiman Warga Pelalawan, Ini Kata BBKSDA Riau p

Heboh, Beruang Madu Masuk Permukiman Warga Pelalawan, Ini Kata BBKSDA Riau p
Ilustrasi/F: int

PEKANBARU, LIPO - Seekor beruang madu dilaporkan masuk ke kawasan permukiman warga di Dusun Kopau, Kabupaten Pelalawan, pada Jumat malam 29 Mei 2026. Kemunculan satwa liar yang dilindungi tersebut menimbulkan kekhawatiran di tengah masyarakat.

Warga menduga beruang madu keluar dari habitat alaminya akibat kerusakan kawasan hutan di sekitar Suaka Margasatwa Kerumutan yang terus terjadi akibat perambahan dan alih fungsi lahan.

Masyarakat pun meminta aparat penegak hukum Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) bertindak tegas terhadap pelaku perusakan kawasan hutan. Selain itu, warga juga mendesak Balai Besar Konservasi Sumber Daya Alam (BBKSDA) Riau untuk melakukan langkah mitigasi guna mencegah meningkatnya konflik antara manusia dan satwa liar.

“Jika dibiarkan, konflik satwa dan manusia akan terus meningkat dan kita akan kehilangan kekayaan alam yang dilindungi ini,” ujar perwakilan warga, seperti dikutip dari akun Instagram @infosorek.

Menanggapi laporan tersebut, BBKSDA Riau langsung menurunkan tim ke lokasi untuk melakukan penanganan.

Pejabat BBKSDA Riau, Ade Kurniadi Karim, mengatakan tim dari Resor KSDA Kerumutan Selatan dan Resor KSDA Kerumutan Tengah telah memasang kandang jebak (box trap) di lokasi sejak Sabtu 30 Mei 2026.

“Tim kami Resor KSDA Kerumutan Selatan dan Resor Kerumutan Tengah sudah melakukan pemasangan kandang jebak (box trap) di lokasi pada hari Sabtu, 30 Mei 2026. Namun sampai saat ini satwa beruang masih belum mau masuk perangkap,” ujar Ade, Minggu 31 Mei 2026.

Menurutnya, hingga Sabtu malam beruang tersebut sudah tidak lagi terlihat di sekitar pemukiman warga. Sementara pada Minggu, pihaknya juga belum menerima laporan baru terkait keberadaan satwa tersebut.

“Sampai dengan tadi malam tidak ada lagi muncul di pemukiman warga dan hari ini belum ada informasi dari masyarakat tentang keberadaan beruang tersebut,” katanya.

Meski demikian, tim BBKSDA Riau masih bersiaga di wilayah Kerumutan untuk memantau perkembangan situasi dan memastikan keberadaan beruang madu tersebut.

Ade menjelaskan, berdasarkan hasil pemantauan sementara, beruang berada di area kebun kelapa sawit milik warga yang lokasinya cukup jauh dari kawasan konservasi Suaka Margasatwa Kerumutan.*****

 

Ikuti LIPO Online di GoogleNews

#Satwa Dilindungi

Index

Berita Lainnya

Index