PEKANBARU, LIPO - Ketua Komisi III DPRD Riau, Edi Basri, menegaskan pentingnya evaluasi berkala terhadap kinerja Organisasi Perangkat Daerah (OPD) dalam mengoptimalkan realisasi Pendapatan Asli Daerah (PAD), terutama dari sektor pajak dan retribusi daerah.
Menurut Edi, evaluasi tidak boleh hanya dilakukan di penghujung tahun anggaran. Untuk itu pemerintah daerah harus rutin melakukan penilaian terhadap capaian setiap instansi agar kendala yang terjadi dapat segera diatasi.
"Jangan nanti kita hanya berteriak di akhir tahun, sementara di pertengahan tahun tidak pernah dilakukan evaluasi. Evaluasi ini penting untuk memberikan dorongan, semangat, sekaligus mengukur kinerja setiap instansi terkait agar target yang sudah ditetapkan bisa tercapai," kata Edi, Senin 29 Juni 2026.
Ia menjelaskan, target pendapatan daerah menjadi salah satu barometer dalam penyusunan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD). Karena itu, pencapaian PAD harus terus dipantau agar sesuai dengan estimasi yang telah ditetapkan.
Edi menyoroti realisasi penerimaan daerah hingga Maret 2026 yang dinilai masih belum memenuhi target. Untuk retribusi daerah, misalnya, realisasinya baru mencapai sekitar 25 persen, sementara progres pelaksanaan program di sejumlah sektor disebut sudah mendekati 50 persen.
Selain itu, penerimaan dari sejumlah jenis pajak daerah juga masih tergolong rendah. Pendapatan dari Pajak Kendaraan Bermotor (PKB) baru mencapai sekitar Rp211 miliar dari target lebih dari Rp1 triliun. Sementara Bea Balik Nama Kendaraan Bermotor (BBNKB) baru terealisasi sekitar Rp131 miliar dari target sekitar Rp874 miliar.
Adapun penerimaan dari Pajak Bahan Bakar Kendaraan Bermotor (PBBKB) tercatat sekitar Rp347 miliar dari target sekitar Rp1,4 triliun.
"Kalau dirata-ratakan, realisasinya saat itu baru sekitar 15 persen. Padahal hingga akhir Maret, yang merupakan tiga bulan pertama dalam tahun anggaran, idealnya capaian sudah mendekati 25 persen," ujarnya.
Meski demikian, Edi mengakui data tersebut merupakan capaian hingga Maret 2026. Ia berharap realisasi pada bulan-bulan berikutnya mengalami peningkatan sehingga target PAD tahun ini dapat tercapai.*****