Tinggal Serumah, Tukang Bangunan Diduga Habisi Gadis 19 Tahun di Siak

Tinggal Serumah, Tukang Bangunan Diduga Habisi Gadis 19 Tahun di Siak
Kasus kematian tragis seorang gadis berinisial SSWS (19) di Kecamatan Kandis,/lipo

PEKANBARU, LIPO - Kasus kematian tragis seorang gadis berinisial SSWS (19) di Kecamatan Kandis, Kabupaten Siak, mulai menemukan titik terang. Polisi mengungkap, terduga pelaku merupakan seorang tukang bangunan yang selama ini bekerja sekaligus tinggal di rumah korban.

Pelaku berinisial IA (54), yang juga dikenal sebagai Indra Aceh, telah menetap sekitar empat bulan di kediaman keluarga korban. Ia dipercaya oleh orang tua korban untuk mengerjakan pembangunan dapur rumah.

Kasatreskrim Polres Siak, AKP Raja Kosmos, menjelaskan bahwa hingga kini pihaknya masih mendalami motif di balik dugaan pembunuhan tersebut.

“Yang bersangkutan adalah tukang bangunan yang dipekerjakan keluarga korban dan sudah tinggal sekitar empat bulan di rumah tersebut,” ujar Raja Kosmos, Kamis (2/7/2026).

Peristiwa memilukan itu terungkap pada Rabu (1/7/2026) sekitar pukul 12.30 WIB. Korban pertama kali ditemukan oleh kakak kandungnya yang pulang ke rumah saat jam istirahat kerja.

Saat tiba di rumah, saksi melihat anak-anak di dalam rumah menangis sambil menunjuk ke arah kamar korban. Ketika pintu kamar diperiksa, korban ditemukan tergeletak di atas tempat tidur dalam kondisi tidak sadarkan diri, dengan kondisi kamar yang tampak berantakan.

Korban kemudian diperiksa oleh tenaga medis dan dinyatakan telah meninggal dunia.

Dari hasil olah tempat kejadian perkara (TKP) dan pemeriksaan awal, ditemukan sejumlah tanda kekerasan pada tubuh korban. Di antaranya luka di bagian kepala, bekas cekikan di leher, serta memar di tangan dan punggung. Selain itu, terdapat luka cakar dan bercak darah dari bagian kepala hingga punggung korban.

“Penyebab pasti kematian masih menunggu hasil penyelidikan dan pemeriksaan lanjutan,” jelasnya.

Dalam proses penyelidikan, warga turut mengamankan pelaku di sekitar Kampung Kandis saat diduga hendak melarikan diri. Dari dalam tas yang dibawanya, ditemukan beberapa unit telepon genggam, salah satunya diduga milik korban.

Namun sebelum diserahkan ke pihak kepolisian, pelaku sempat menjadi sasaran amukan massa hingga mengalami luka berat.

Saat ini, IA tengah menjalani perawatan intensif di Rumah Sakit Bhayangkara Polda Riau dengan pengamanan ketat dari aparat kepolisian.

AKP Raja Kosmos menegaskan, pihaknya bersama Unit Reskrim Polsek Kandis masih terus mengembangkan penyelidikan. Sejumlah saksi telah diperiksa, sementara alat bukti terus dikumpulkan guna mengungkap secara utuh kronologi serta motif kejadian.

“Kami mengimbau masyarakat agar tetap tenang, tidak berspekulasi, dan menyerahkan sepenuhnya proses hukum kepada pihak kepolisian,” pungkasnya.(***)

Ikuti LIPO Online di GoogleNews

#Pembunuhan

Index

Berita Lainnya

Index