PEKANBARU, LIPO – Menjelang dimulainya Ekspedisi Merah Putih Presisi 2026, Kapolda Riau Irjen Pol Herry Heryawan mulai menggelorakan semangat kebangsaan hingga ke wilayah pesisir. Salah satunya melalui kunjungan langsung ke Kecamatan Concong, Kabupaten Indragiri Hilir (Inhil), yang merupakan kawasan terluar di Provinsi Riau.
Kunjungan tersebut melibatkan berbagai unsur lintas sektor, mulai dari pejabat utama Polda Riau, Kapolres Inhil, Dandim, hingga tokoh adat, tokoh agama, dan unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) setempat.
Irjen Herry menegaskan, kehadiran bersama lintas elemen ini menjadi simbol kuat komitmen negara dalam menjaga persatuan sekaligus memastikan kehadiran pemerintah hingga ke wilayah terdepan, terluar, dan tertinggal (3T).
“Hari ini kita hadir bersama seluruh elemen, mulai dari pemerintah daerah, TNI-Polri, hingga tokoh masyarakat untuk memperkuat komitmen kebangsaan dalam menyongsong Hari Kemerdekaan Republik Indonesia ke-81,” ujarnya, Kamis (30/7/2026).
Ia menekankan, kegiatan di wilayah pesisir bukan sekadar agenda seremonial, melainkan upaya membangun komunikasi langsung dengan masyarakat sekaligus menyerap berbagai persoalan yang mereka hadapi.
“Kami ingin berdialog langsung dengan masyarakat, mencari solusi bersama atas berbagai tantangan, khususnya di wilayah 3T,” katanya.
Lebih lanjut, Herry menjelaskan Ekspedisi Merah Putih Presisi 2026 akan resmi dilepas dari Mapolda Riau pada 1 Agustus 2026. Ekspedisi tersebut akan menyusuri kawasan pesisir Riau, dimulai dari Panipahan, Kabupaten Rokan Hilir hingga mencapai Kabupaten Indragiri Hilir.
Melalui kegiatan ini, Polda Riau tidak hanya ingin memperkuat rasa nasionalisme, tetapi juga mengajak masyarakat pesisir untuk turut memeriahkan peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan RI dengan mengibarkan Bendera Merah Putih di seluruh wilayah pesisir.
“Kami ingin masyarakat di daerah 3T benar-benar merasakan kehadiran negara dan semakin menguatkan semangat kebangsaannya menjelang 17 Agustus,” tegasnya.
Selain membawa misi kebangsaan, ekspedisi ini juga akan diisi dengan aksi nyata pelestarian lingkungan melalui penanaman mangrove secara serentak. Kegiatan tersebut menjadi bagian dari dukungan terhadap program restorasi mangrove nasional yang dicanangkan Presiden Prabowo Subianto.
Tak hanya itu, Polda Riau juga menyiapkan berbagai kegiatan sosial dan program pemberdayaan ekonomi bagi masyarakat pesisir, termasuk penyaluran bantuan sosial dan pengembangan alternatif mata pencaharian.
“Kami ingin masyarakat lebih produktif dan memiliki pilihan ekonomi yang lebih baik. Dengan begitu, mereka tidak mudah terpengaruh oleh penyalahgunaan narkoba maupun aktivitas jaringan narkotika yang kerap memanfaatkan wilayah perbatasan sebagai jalur transit,” pungkas Herry.