PAD Pekanbaru Tembus Rp700 Miliar hingga Juli 2026, Pajak Mamin Tertinggi

PAD Pekanbaru Tembus Rp700 Miliar hingga Juli 2026, Pajak Mamin Tertinggi
Kepala Bapenda Kota Pekanbaru, T Denny Muharpan didampingi jajaran turun langsung dalam pendataan objek pajak

PEKANBARU, LIPO - Pendapatan Asli Daerah (PAD) Kota Pekanbaru terus menunjukkan tren positif hingga Juli 2026. Sejumlah sektor pajak perkotaan mencatat pertumbuhan signifikan dibanding periode yang sama tahun 2025.

Kepala Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Kota Pekanbaru, T Denny Muharpan menyebut, total penerimaan dari seluruh sektor pajak hingga Juli 2026 sudah tembus Rp700 miliar lebih.

Sektor dengan pertumbuhan tertinggi disumbang oleh pajak makanan dan minuman (mamin).

"Dan yang paling tinggi penerimaan pajak makanan minum, tumbuh 30 persen disandingkan dengan periode yang sama tahun 2025," kata Denny, Sabtu (15/8/2026).

Total penerimaan dari pajak mamin selama Januari hingga Juli 2026 mencapai Rp105 miliar. Pertumbuhan ini didorong meningkatnya jumlah usaha kuliner dan kepatuhan wajib pajak.

Capaian luar biasa juga terjadi di sektor pajak air tanah. Hingga Juli 2026, realisasinya sudah mencapai Rp16 miliar atau 143 persen dari target setahun.

Sementara itu, pajak reklame juga mencatat kinerja baik. Realisasinya sudah *Rp39 miliar* atau 96 persen dari target tahunan. 

"Untuk pajak parkir cukup tinggi, tumbuh 40 persen pada periode Januari hingga Juli," terang Denny.

Dengan capaian 96 persen di pertengahan tahun, Bapenda optimis target pajak reklame bisa terlampaui hingga akhir 2026.

Denny menjelaskan, pertumbuhan PAD tidak lepas dari upaya optimalisasi yang dilakukan Bapenda. Pendataan, pengawasan, dan pemberian kemudahan bayar pajak terus digencarkan.

Pemerintah Kota Pekanbaru di bawah kepemimpinan Wali Kota Agung Nugroho juga mengeluarkan kebijakan insentif. Salah satunya program penghapusan denda pajak daerah yang berlangsung Juni hingga Agustus 2026.

Program ini menyasar wajib pajak PBB yang masih memiliki tunggakan. Dengan penghapusan denda, masyarakat diharapkan segera melunasi kewajibannya.

"Bapenda terus menghimbau masyarakat agar memanfaatkan berbagai kebijakan keringanan tersebut sebelum masa program berakhir," ujarnya.

Denny menegaskan, peningkatan PAD akan langsung dirasakan masyarakat melalui program pembangunan.

"Contohnya saat ini jalanan sudah banyak di aspal, pembangunan drainase, kebijakan bapak wali untuk seragam sekolah gratis. Itu berasal dari pajak yang dibayarkan warga, dan dikembalikan lagi kepada warga dengan program yang dibuat pak wali kota," pungkasnya.

Dengan sisa waktu 5 bulan di 2026, Bapenda menargetkan menjaga tren positif dan mengejar target PAD hingga akhir tahun.*****

 

Ikuti LIPO Online di GoogleNews

#pajak

Index

Berita Lainnya

Index