Mobil Keluar Masuk Bergantian Mencurigakan, Polda Riau Turunkan Tim Respon Dugaan Mafia BBM di Rohul  

Mobil Keluar Masuk Bergantian Mencurigakan, Polda Riau Turunkan Tim Respon Dugaan Mafia BBM di Rohul  
Antrian BBM di Salah Satu SPBU di Riau

PEKANBARU, LIPO - Dugaan praktik penyelewengan Bahan Bakar Minyak (BBM) subsidi jenis Biosolar di Kabupaten Rokan Hulu (Rohul) akhirnya direspons serius aparat kepolisian.

Direktorat Reserse Kriminal Khusus (Ditreskrimsus) Polda Riau memastikan akan menerjunkan tim untuk menyelidiki dugaan penimbunan solar subsidi di kawasan Kumu Deli, Desa Rambah, Kecamatan Rambah Hilir.

Lokasi yang diduga menjadi gudang penampungan itu disebut berada di area perkebunan sawit dan tak jauh dari salah satu SPBU.

Informasi yang dihimpun menyebutkan, modus yang digunakan cukup rapi. Sejumlah truk dalam kondisi kosong diduga secara bergantian mengisi solar subsidi di SPBU, kemudian BBM tersebut dibawa dan dikumpulkan di lokasi penampungan di Kumu Deli.

Menanggapi informasi tersebut, Direktur Reskrimsus Polda Riau, Kombes Pol Ade Kuncoro menegaskan pihaknya tidak akan tinggal diam.

"Nanti saya akan turunkan anggota untuk melakukan penyelidikan," tegas Ade Kuncoro kepada awak media, Kamis (24/9/2026).

Untuk mempercepat proses, Polda Riau juga akan menggandeng Polres Rokan Hulu untuk melakukan pengecekan langsung di lapangan.

"Untuk percepatan, kami juga akan minta Polres untuk mengecek kebenaran informasi tersebut," tambahnya.

Fokus penyelidikan nantinya akan menyasar kebenaran aktivitas penimbunan, pola pembelian janggal di SPBU, hingga alur distribusi solar subsidi ke lokasi yang diduga menjadi gudang ilegal.

Sebelumnya, Kapolsek Rambah Hilir, Ipda Joni, juga mengaku tengah mendalami laporan warga tersebut.

"Sedang kami dalami. Ini jadi PR untuk kami," ujar Joni singkat.

Dugaan mafia solar ini mencuat di saat warga masih harus mengantri panjang di sejumlah SPBU di Rohul untuk mendapatkan biosolar. Publik pun mendesak aparat memastikan distribusi BBM subsidi tepat sasaran.

Terkait isu adanya oknum yang membekingi aktivitas ilegal tersebut, polisi menegaskan hal itu masih sebatas informasi dan perlu pembuktian lebih lanjut. Hingga kini belum ada keterangan resmi mengenai keterlibatan oknum aparat.

Penyelidikan gabungan Ditreskrimsus Polda Riau dan Polres Rohul diharapkan mampu mengungkap fakta sebenarnya dan menyeret pihak yang terlibat jika terbukti melanggar hukum.*****

 

Ikuti LIPO Online di GoogleNews

#BBM

Index

Berita Lainnya

Index