Di Hadapan Ribuan Santri Dumai, Sekdaprov Riau Tegaskan Peran Santri Kunci Menuju Indonesia Emas 2045

Kamis, 22 Oktober 2026 | 15:34:12 WIB

DUMAI, LIPO - Semangat Resolusi Jihad 1945 kembali menggema di Kota Dumai. Peringatan Hari Santri Nasional 2026 menjadi momentum untuk menegaskan kembali peran ulama dan santri sebagai garda terdepan penjaga keutuhan bangsa.

Hal itu ditegaskan Sekretaris Daerah Provinsi Riau, Syahrial Abdi, saat bertindak sebagai inspektur upacara peringatan Hari Santri Nasional yang digelar di Taman Bukit Gelanggang, Kota Dumai, Kamis, 22 Oktober 2026.

Dalam amanatnya, Syahrial menyebut perjuangan para ulama dan santri di masa lalu adalah bukti nyata bahwa santri memiliki kekuatan lebih dari sekadar ilmu agama.

"Perjuangan para ulama dan santri menunjukkan bahwa kekuatan santri bukan hanya ilmu dan keyakinan saja, tapi keberaniannya dalam melaksanakan tanggung jawab bagi bangsanya," ujar Syahrial.

Menurutnya, 81 tahun setelah kemerdekaan, tantangan yang dihadapi santri memang telah bergeser. Jika dulu berjuang mengangkat senjata, kini santri dituntut berjuang di medan pembangunan, teknologi, dan moral bangsa.

Hal tersebut selaras dengan tema Hari Santri tahun ini, yakni 'Santri Menguatkan Negeri, Menuju Indonesia Emas'.

"81 tahun kemudian, tetap ada tantangannya meski berbeda, untuk itulah tema hari ini diusung agar santri bisa mengambil peran bagi kemajuan Indonesia," jelasnya.

Syahrial menekankan, peran strategis santri harus dimulai dari penjaga moral bangsa. Santri masa kini tidak boleh hanya menjadi pengikut perubahan zaman, melainkan harus menjadi aktor yang membawa perubahan ke arah yang lebih baik.

"Kita harus menyiapkan generasi yang memiliki ilmu agama, ilmu pengetahuan, teguh dalam menjaga akhlak, berani, berkarya, dan berinovasi," ungkapnya.

Ia menambahkan, kedalaman ilmu agama justru harus menjadi pondasi untuk memperkuat karakter dan menumbuhkan keberanian berinovasi dengan tetap berintegritas dan peduli sesama.

Untuk itu, Syahrial meminta agar tradisi pendidikan pesantren terus dijaga, namun tetap memberi ruang bagi kreativitas dan keberagaman pemikiran.

"Terus jaga tradisi pendidikan di pesantren dengan memberi ruang untuk tumbuh kembang kreativitas dan pemikiran yang beragam. Keragaman tersebut akan memperkaya kreativitas saat kita tau itu adalah bagian dari ilmu pengetahuan," tegasnya.

Di akhir amanat, Sekda menegaskan harapannya agar pesantren mampu melahirkan generasi pembawa kerukunan dan kemajuan. Ia secara khusus berharap santri di Riau berada di barisan terdepan dalam memperjuangkan bangsa.*****

 

 

Terkini