Sabtu, 11 Juli 2020
Follow:
 
Provinsi Riau Jadi Percontohan New Normal oleh Pemerintah Pusat

Elfi | Daerah
Minggu, 31/05/2020 | 16:27:45 WIB
PEKANBARU, LIPO - Provinsi Riau menjadi salah satu Provinsi sebagai percontohan New Normal di Indonesia oleh pemerintah pusat. Ini menunjukkan bukti Provinsi Riau berhasil dalam menangani pandemi covid-19. Rasa syukur tersebut disampaikan oleh Wakil Gubernur Riau, Edy Natar Nasution. 

"Kita sangat bersyukur jadi daerah percontohan penerapan New Normal oleh pemerintah pusat. Pasalnya penunjukan tersebut merupakan salah bukti keberhasilan kita dalam penanganan virus corona (Covid-19)," ungkapnya saat menghadiri Gelar Pasukan Aksi Penyemprotan Disinfektan dan Rapid Test Masal yang aksanakan Pemko Pekanbaru, akhir pekan lalu di Kecamatan Tenayan Raya.

Untuk itu, ia berharap dan kembali mengajak masyarakat Riau untuk terus bersama-sama mendukung program pemerintah menuju kehidupan baru  atau new normal ini dengan seksama. Apa lagi program ini merupakan pilihan pemerintah yang dinilai sangat baik untuk memutus mata rantai Covid-19 dan mengembalikan kehidupan masyarakat normal kembali seperti semula.  

New normal ini adalah program lanjutan setelah penerapan PSBB. Artinya Riau ditunjuk sebagai percontohan karena pusat percaya Riau berhasil ndalam penerapan PSBB sebelumnya. 

"Ini juga terbukti setelah 5 hari pasca lebaran Idul Fitri kita nihil dari kasus positif Civud-19," katanya.

Ia juga menyampaikan, keberhasilan Riau dalam penanganan Covid-19 ini juga tidak lepas dari kerjasama masyarakat selama ini yang terus bergotong royong dalam penanganan maupun pencegahan penyebaran Covid-19. 

"Untuk itu dalam penerapan new normal kedepan masyarakat Riau diharalkan bisa terus mendukung dengan baik. Agar Riau betul-betul aman dari penyebaran Covid-19," ujarnya.

Mantan Danrem 031 Wira Bima ini mengakui, jika dalam penerapan PSBB sebelumnya masih ada pemahaman dari masyarakat yang keliru. Yaitu terkait aturan dalam PSBB, seperti penerapan social distancing, physical distancing dan lainya yang masih diabaikan dan tidak dijalankan sesuai himbauan. Padahal himbauan pemerintah itu sudah berdasar dan harus dikuti sebagaimana mestinya.

"Pemahaman inilah yang harus kita rubah lagi. Kita bisa lihat pemerintah telah menghimbau untuk menjaga jarak namun masih saja ada terjadi. Contohnya sholat berjamaah yang sudah ada fatwa dari MUI yang juga merupakan keputusan bersama bersama ahli serta sesuai agama," ujarnya.

Kendati demikian, ia tetap mengapresiasi dan berterimakasih pada masyarakat yang secara perlahan bisa memahami kondisi ini. Secara dampak memang musibah Covid-19 ini sangat  menyusahkan pada masyarakat, termasuk ia sendiri merasakan bagaimana dampaknya pada anak-anak tidak bisa sekolah, perekonomian menurun dan lainya.

"Namun semua itu tidak hanya di Riau, tapi juga Indonesia bahkan dunia. Mudah-mudahan dengan adanya program new normal atau kehidupan baru ini semua segera berakhir dan kehidupan masyarakat kembali normal seoertinsebekumnya," tuturnya.(*1)


Sumber: mediacenter.riau.go.id



Berita Lainnya :
 
  • Riwayat Penularan Pasien Positif Covid-19 Asal Pekanbaru Belum Diketahui
  • Hari ini Empat Pasangan Calon di Riau Gagal Terima SK Dukungan dari DPP Golkar
  • Kalahkan Alaves, Real Madrid Perlebar Jarak dari Barcelona
  • Viral Video Mobil RI 2 Kehabisan BBM di Jalan, Ini Penjelasan Istana Wapres
  • Empat Paslon Untuk Pilkada di Riau Terima SK DPP Golkar Hari Ini
  • Polres Inhil Evakuasi Warga Terdampak Bencana Tanah Longsor di Seberang Tembilahan
  • Di Tengah Pendemi, Produk Anak Negeri Hadirkan Minuman Bernutrisi Ci Limonia
  • Lagi, Bupati Siak Ingatkan Masyarakat Patuhi Protokol Kesehatan Terkait Covid-19
  • Optimis Bakal Menang, DPP Golkar Segera Serahkan SK Dukungan untuk 4 Pasangan Calon di Riau
  •  
     
     
     
       
    Nasional Daerah
    Politik Hukrim
    Ekonomi Otomotif
    Sport Internasional
    Hiburan Bandar Serai
    Lifestyle Tekno
    Travelling    
       
    Copyright © 2014-2015 LiputanOke.Com, All Rights Reserved - Redaksi - Pedoman Media Siber - Info Iklan - Disclaimer - Index