Minggu, 7 Maret 2021
Follow:
 
GOLKAR Riau Diguncang Isu Musdalub?, Masnur Berharap Golkar Riau Bisa Ditata Ulang

Elfi | Politik
Sabtu, 16/01/2021 | 17:56:52 WIB
Atribut Partai Golkar/int
TERKAIT:
 
 

LIPO - Pasca pilkada serentak 2020, mulai memunculkan  riak-riak dinamika di tubuh Golkar Riau. Pasalnya, dari 9 Kabupaten yang melaksanakan pilkada serentak di Riau, Golkar Riau hanya mampu menang di dua Kabupaten, Inhu dan Kuansing. Untuk Pilkada Inhu,  pasangan yang diusung Golkar mesti menjalani gugatan dari pasangan lainnya di Mahkamah Konstitusi (MK). 


Kondisi ini disebut-sebut memicu munculnya keinginan kader-kader muda Golkar Riau melakukan evaluasi kerja-kerja politik ditubuh Golkar. Bahkan isu Musdalub berhembus kencang.


Dalam organisasi politik, evaluasi kinerja itu lumrah terjadi. Apalagi bagi Golkar Riau sendiri dibeberapa Kabupaten dianggap sebagai lumbungnya suara Golkar selama ini. Namun, di ajang kontestasi pemilihan kepala daerah kali ini dibawah kepemimpinan Syamsuar, Golkar Riau seperti kehilangan "taring".


Salah satu kader senior partai Golkar di Riau, Masnur, saat dimintai konfirmasi oleh media terkait isu Musdalub tersebut, mengakui banyak kader dan pengurus di Partai Golkar di Provinsi Riau yang kecewa dengan hasil Pilkada 9 Desember 2020 lalu.


Akan tetapi Ia dikatakannya, dirinya sampai saat ini tidak ada mendengar isu Musdalub tersebut diinternal partai.


"Sejauh ini saya belum ada mendengar isu Musdalub tersebut. Memang dari kawan-kawan banyak yang kecewa. Yang terpenting adalah bagaimana perbaikan Golkar ke depan. Bagaimana pak Syamsuar sebagai ketua DPD I sudah bisa melakukan langkah-langkah evaluasi, penguatan konsolidasi, dan rekonsiliasi," kata Masnur, Sabtu (16/1/2021).


Ia menambahkan, jika memang ada perbedaan-perbedaan pandangan yang terjadi antara kelompok-kelompok di Golkar, hal tersebutlah yang harus dilakukan secepatnya adalah konsoliasi dengan berlandaskan evaluasi.


"Inilah harapan kawan- kawan dilakukan. Saya mengimbau Golkar bisa ditata ulang untuk perbaikan ke depan. Kita sudah lihat sendiri, publik memahami, ada hal sesuatu yang membuat kita jatuh. Suara Golkar tumbang di lumbungnya Riau. Makanya perlu dilakukan. Saya memang tak dengar isu Musdalub itu, tapi banyak kawan-kawan kader yang meminta rekonsiliasi," jelasnya lagi.


Politisi asal Kampar itu menjelaskan bahwa pada dasarnya setiap kader pasti menginginkan menjaga kebersamaan. Jika terjadi berbeda pandangan itu hal biasa, tapi Golkar adalah partai besar, dan solusinya harus rekonsiliasi terlebih dahulu.


"Kalau saya menengok, kawan-kawan belum mendorong untuk (Musdalub) itu, tapi mereka mendorong bagaimana perbaikan Golkar ke depan. Dari analisa yang ada, memang ada yang perlu dibenahi, kalau dilakukan, Golkar pasti bisa membangun kembali Partai Golkar," tutupnya. (*1/ckp)




Berita Lainnya :
 
  • AHY Dilengserkan Lewat KLB, Jimly Minta Jokowi Pecat Moeldoko
  • Pelapor Abu Janda Dipecat dari Jabatan Ketua Umum KNPI
  • Pendaftaran CPNS 2021 Dibuka, Ini Formasi dan Jadwal Lengkapnya
  • AHY Melawan, Konflik Demokrat Diprediksi Berlanjut hingga ke Pengadilan
  • Ini Ternyata 5 Manfaat Jahe saat Musim Hujan
  • Tekuk Osasuna, Barcelona Tempel Atletico Madrid di Puncak Klasemen
  • Gerak Cepat, Satgas Karhutla Berhasil Padakan Api dalam 2 Jam
  • Pembangunan Jalan Tembiahan-Simpang Kuala Saka Masuk Tahap Lelang Konsultan Pengawas
  • PWI Riau Gelar UKW Gratis, Target 20 Kelas
  •  
     
     
     
       
    Nasional Daerah
    Politik Hukrim
    Ekonomi Otomotif
    Sport Internasional
    Hiburan Bandar Serai
    Lifestyle Tekno
    Travelling    
       
    Copyright © 2014-2021 LiputanOke.Com, All Rights Reserved - Redaksi - Pedoman Media Siber - Info Iklan - Disclaimer - Index