Jumat, 18 Juni 2021
Follow:
 
Sektor Pariwisata Bakal Diguyur Insentif, Infrastruktur Kepariwisataan Riau Jadi Prioritas

Elfi | Travelling
Rabu, 17/02/2021 | 21:04:41 WIB
Wisata Bahari/LIPO
TERKAIT:
 
 
LIPO - Untuk merangsang perekonomian Nasional akibat Covid-19 agar kembali tumbuh, salah satu yang menjadi konsen pemerintah ada lah membangkitkan sektor pariwisata.

Pemerintah akan menggelontorkan beberapa model insentif untuk merangsang perekonomian melalui program hibah pariwisata yang merupakan bagian dari program Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN).

Menurut Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartanto, tahun 2020 sebesar70% dari Rp3,3 triliun dana hibah terealisasi untuk hotel dan restoran.

"Validasi data, data yang kredibel dan akurat sangatlah penting untuk mendorong program-program PEN di sektor pariwisata," ujar Airlangga dalam keterangan resminya, Rabu, (17/2/2021)

Dia menuturkan, secara bersamaan pemerintah juga mempersiapkan lima destinasi pariwisata super prioritas atau DPSP dan mendorong lima kawasan ekonomi khusus atau KEK kepariwisataan untuk menggeliatkan kembali perekonomian.

"Perlu ada shifting (peralihan) target wisatawan ke wisatawan nusantara atau domestik yang diperkirakan sebesar 50-55 juta orang," imbuhnya.

Dalam keterangan pers itu, Airlangga Hartanto juga menuturkan, cara lain untuk mempercepat geliat di sektor terkait, Airlangga melanjutkan dengan memprioritaskan vaksin covid-19 kepada pelaku di sektor pariwisata.

Sebelumnya, Plh Sekdaprov Riau Masrul Kasmy mengatakan, pola hibah sektor pariwisata bisa dimanfaatkan untuk menunjang infrastruktur kepariwisataan di Riau. 

Dia menyebut, Pemprov Riau akan mengupayakan optimalisasi pembangunan infrastruktur kepariwisataan di daerah dengan memanfaatkan sumber dana hibah sebagai upaya pemulihan ekonomi nasional.

"Salah satunya yang mungkin bisa dimanfaatkan, ya PEN, untuk menunjang perbaikan infrastruktur, terutama di daerah-daerah," kata Masrul Kasmy.

Menurutnya, pemanfaatan sumber anggaran tersebut juga perlu dilakukan secara fokus dan terarah. Misalnya khusus untuk perbaikan infrastruktur sektor kepariwisataan.

Fokus ini, menurut dia, atas dasar pertimbangan dampak yang akan ditimbulkan. Dengan baiknya kondisi infrastruktur jalan sebagai urat nadi sektor pariwisata, maka sektor lain yang berkaitan dengan itu juga akan terangkat.

Meski demikian, Masrul Kasmy meminta agar inisiatornya tetap dari pemerintah kabupaten/kota. Mengingat daerah lah yang lebih memahami situasi dan kondisi masing-masing apa yang dibutuhkan.

"Makanya kami mendorong ini ke kabupaten. Inisiasinya harus dari kabupaten kerena mereka yang mengetahui kondisi kepariwisataan di daerah mereka masing-masing. Seperti di Rokan Hilir, itu berpotensi untuk dikembangkan," jelasnya. (*1/***)



Berita Lainnya :
 
  • DPD KNPI Dumai Desak Disnakertrans Riau & Polres Dumai Usut Kebakaran Tanki PT Sari Dumai Oleo
  • Kasus COVID-19 Melonjak, Menag Terbitkan Edaran Pembatasan Kegiatan di Rumah Ibadah
  • Indonesia Terpilih sebagai Anggota Reguler Governing Body ILO 2021-2024
  • Sekda Siak Hadiri Acara Program Bina Lingkungan PT Jasa Raharja
  • Kadis LHK Riau Dianggap Kangkangi Surat Dirjen Gakkum Terkait Dugaan Kebun Ilegal di Kuansing
  • Telkomsel Dukung Program Magang Kampus Merdeka, Perkuat Pengembangan Talenta Indonesia Berdaya Saing
  • Gubri Terima Kunjungan Salinturahmi Alfedri dan Husni Merza
  • Bhabinkabtimas Inhu Serahkan Akte & KK Secara Gratis kepada Warga
  • Gubri Syamsuar Gelar Pertemuan Dengan Kepala OJK Riau, Ini yang Dibahas
  •  
     
     
     
       
    Nasional Daerah
    Politik Hukrim
    Ekonomi Otomotif
    Sport Internasional
    Hiburan Bandar Serai
    Lifestyle Tekno
    Travelling    
       
    Copyright © 2014-2021 LiputanOke.Com, All Rights Reserved - Redaksi - Pedoman Media Siber - Info Iklan - Disclaimer - Index