Senin, 10 08 2020
Follow:
 
Kepala OJK Riau Imbau Warga Waspadai Pinjaman Daring Bodong

elpi | Ekonomi
Minggu, 05/07/2020 | 11:31:08 WIB
PEKANBARU< LIPO - Otoritas Jasa Keuangan Provinsi Riau meminta warga Riau untuk mewaspadai pinjaman daring bodong menyusul temuan 105 fintech peer to peer lending ilegal atau penawaran pinjaman daring yang muncul selama wabah COVID-19 oleh Satgas Waspada Investasi.

"Kami sudah berkali-kali mengimbau warga agar mewaspadai penawaran pinjaman daring karena bunganya tinggi," kata Kepala Otoritas Jasa (OJK) Provinsi Riau Yusri di Pekanbaru, Sabtu, dikutip dari antarariau.

Yusri mengatakan dari nama-nama fintech ilegal yang diumumkan oleh SWI Jumat (4/7) sejauh ini belum ada ditemukan laporannya di Riau.

"Namun begitu warga tetap diminta waspada dengan penawaran pinjaman daring sebaiknya lihat izinnya jangan mudah tertarik dengan iming-iming yang ditawarkan," kata Yusri.

Sementara itu Kepolisian yang tergabung dalam SWI dalam penindakannya pada Juni 2020 berhasil menemukan 105 fintech peer to peer lending ilegal yang menawarkan pinjaman ke masyarakat melalui aplikasi dan pesan singkat di telepon genggam.

"Semua temuan selalu kami teruskan untuk segera dilakukan penindakan sesuai ketentuan. Penindakan yang cepat sangat diperlukan untuk mencegah pelaku fintech beroperasi kembali yang bisa merugikan masyarakat," kata Ketua Satgas Waspada Investasi Tongam L Tobing dalam jumpa pers virtual bersama pihak Bareskrim Polri di Jakarta Jumat.

Maraknya fintech peer to peer lending ilegal itu sengaja memanfaatkan kondisi melemahnya perekonomian masyarakat akibat pandemi COVID- 19.

"Mereka mengincar masyarakat yang saat ini kesulitan ekonomi dan membutuhkan uang untuk memenuhi kebutuhan pokok atau konsumtif. Padahal pinjaman fintech ilegal ini sangat merugikan masyarakat karena mengenakan bunga yang tinggi, jangka waktu pinjaman pendek dan mereka selalu meminta untuk mengakses semua data kontak di handphone. Ini sangat berbahaya, karena data ini bisa disebarkan dan digunakan untuk mengintimidasi saat penagihan," kata Tongam.

Jumlah total fintech peer to peer lending ilegal yang telah ditangani Satgas Waspada Investasi sejak tahun 2018 s.d. Juni 2020 sebanyak 2591 entitas.

Satgas Waspada Investasi juga menyampaikan informasi bahwa Koperasi Sigap Prima Astrea telah diberikan normalisasi karena tidak melakukan kegiatan pinjaman online di luar anggota dan memiliki legalitas badan hukum sesuai dengan ketentuan yang berlaku.(lipo*3)



Berita Lainnya :
 
  • Plt Bupati Bengkalis Huni Sel Tahanan Mapolda Riau Sejak Jumat yang Lalu
  • Tanpa Pesaing, Andi Putra Kembali Pimpin Golkar Kuansing
  • Sembunyi Berbulan-bulan dengan Status DPO, Pelarian Muhammad Terhenti di Muaro Jambi
  • Tempuh Puluhan Kilometer, Kapolres Inhu Bagikan Sembako untuk Masyarakat Talang Mamak
  • Pantun Melayu Sebentar Lagi Diakui UNESCO Sebagai Warisan Budaya
  • Kabar Duka! Warga Siak Meninggal Dunia Akibat Covid-19, Pekanbaru Terpapar Urutan Teratas di Riau
  • Penanganan Dampak Covid-19 di Riau Kuras Anggaran Hingga Rp 474 miliar
  • HUT Riau ke-63, Pemkab Inhil Ikuti Rapat Paripurna Istimewa Secara Virtual
  • Menaker Kaji Pemberian Subsidi ke Pekerja Non-Anggota BPJS
  •  
     
     
     
       
    Nasional Daerah
    Politik Hukrim
    Ekonomi Otomotif
    Sport Internasional
    Hiburan Bandar Serai
    Lifestyle Tekno
    Travelling    
       
    Copyright © 2014-2015 LiputanOke.Com, All Rights Reserved - Redaksi - Pedoman Media Siber - Info Iklan - Disclaimer - Index