INHU, LIPO - Bupati Inhu Ade Agus Hartanto bersama Forum Komunikasi Daerah (Forkompinda) lakukan upacara dan renungan terjadinya tragedi kelam “Rengat Berdarah”, di Tugu Pahlawan, pada Senin (06/01/26).
Kegiatan ini setiap tahunnya selalu dilaksanakan dan diikuti oleh masyarakat, pegawai, terkhusus Kota Rengat, Riau.
Dikisahkan secara turun temurun, pada Rabu 5 Januari 1949, di Kota Rengat terjadi peristiwa berdarah. Tidak hanya banjir darah, banjir air mata pun mengiringi peristiwa kelam yang sulit untuk dilupakan, terutama bagi para korban dan keluarganya.
Ketika itu, hampir 2.000 orang menjadi korban ‘pembantaian’ tentara Belanda. Peristiwa ini sebagai upaya kolonial Belanda merebut kembali kedaulatan setelah Indonesia memproklamirkan kemerdekaan 17 Agustus 1945.
Belanda mengerahkan puluhan pesawat udara menyerang, menembaki, mengebom dan menerjunkan pasukan payung di pinggir barat Kota Rengat (Di pinggir jalan Kelurahan Sekip Hulu dan Hilir). Kapal perang mereka bergerak dari arah Tembilahan ke arah Timur menuju sungai Indragiri.
Setibanya di Tepian Sungai Indragiri, dengan kekuatan pasukan serta persenjataan modern, mereka menyerang menembaki masyarakat Rengat, Inhu. Baik tentara Indonesia, maupun masyarakat sipil yang tergabung dalam Perjuangan Rakyat berjatuhan menjadi korban ketika itu.
Bupati Inhu Ade Agus Hartanto, Sos.Msi, dalam amanatnya, mengatakan, peringatan 'Rengat Berdarah' sebagai bukti bahwa generasi seterusnya tidak lupa dengan perjuangan dan pengorbanan para syuhada.
"Sejarah ini wajib kita kenang, bukan untuk membuka luka lama, tetapi untuk menegaskan jati diri kita sebagai daerah yang lahir dari semangat perlawanan dan keberanian," ungkap Ade Agus Hartanto.
Setelah upacara, Bupati Inhu Ade Agus Hartanto didampingi sang Istri serta Dandim 0302 Inhu Letkol Arh 4. Bangun Bara Kurniawan Prabowo, SE, M.IP, Ketua DPRD Kab. Inhu Sabtu P. Sinurat, S.Sos ,Kapolres Inhu AKBP Fahrian Saleh Siregar, S.I.K,. M. Si. Danyonif TP 850/SC Letkol Inf. Eko Sugiarto, Ketua Pengadilan Negeri Kab. Inhu Lia Herawati, SH, MH, Kepala Kejaksaan Negeri Inhu Dr. Ratih Andrawina Suminar, S.H,. Dan Sekda Inhu Zulfahmi Adrian, S. TP,. M. TP, melakukan tabur bunga di sungai Indragiri.*****