LIPO - Kebakaran kembali melanda kawasan pasar yang terletak di Jalan Yos Sudarso Tembilahan, Kabupaten Indragiri Hilir (Inhil), Sabtu (27/6/2026) malam. Kobaran api yang dengan cepat membesar menghanguskan kios-kios dan sepeda motor milik pedagang.
Kapolres Inhil AKBP Farouk Oktora melalui Kapolsek KSKP Tembilahan, Ipda Parna Bonar T Simarmata mengatakan, peristiwa tersebut diketahui terjadi sekitar pukul 23.10 WIB.
“Api diduga pertama kali terlihat di bagian belakang WC Umum Trantib, kemudian dengan cepat membesar dan menjalar ke deretan kios di Pasar Terapung dan Pasar Rakyat,” ujar Parna.
Akibat kebakaran tersebut, diperkirakan sekitar ratusan kios dan belasan unit sepeda motor hangus terbakar. Sementara delapan unit sepeda motor lainnya berhasil diselamatkan.
“Untuk jumlah pasti kios yang terbakar masih dalam pendataan. Nilai kerugian juga masih didata,” jelasnya.
Kobaran api baru berhasil dipadamkan sekitar pukul 00.20 WIB, Minggu (28/6/2026), setelah tim Dinas Pemadam Kebakaran Kabupaten Indragiri Hilir mengerahkan tiga unit mobil pemadam, satu unit mobil suplai, satu unit mobil TRC, serta enam unit mesin pemadam. Proses pemadaman juga dibantu personel Damkar Padupai, PSMTI, serta masyarakat.
“Api berhasil dipadamkan sekitar satu jam kemudian. Di lokasi juga dilakukan pengamanan oleh personel Polres Inhil dan Polsek KSKP Tembilahan. Untuk penyebab kebakaran masih dalam penyelidikan pihak kepolisian,” tambah Parna.
Sementara itu, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Indragiri Hilir (Inhil) bergerak cepat menangani dampak musibah tersebut. Tim gabungan langsung diterjunkan untuk mendata para pedagang terdampak sekaligus menyiapkan lokasi relokasi sementara agar aktivitas perdagangan dapat segera kembali berjalan.
Tim dari Dinas Koperasi, Usaha Kecil Menengah, Perdagangan dan Perindustrian (DKUPP) bersama unsur Kecamatan Tembilahan melakukan pendataan di lokasi kebakaran.
Kepala DKUPP Inhil, Dr Trio Beni Putra menjelaskan, berdasarkan hasil pendataan hingga Minggu (28/6/2026) siang, kebakaran menghanguskan sekitar 76 lapak pedagang, satu pos trantib, dan satu mushala.
“Alhamdulillah tidak ada korban jiwa maupun korban luka serius dalam kejadian ini. Itu yang paling utama bagi kami,” ujarnya.
Pemerintah daerah saat ini memprioritaskan tiga langkah penanganan, yakni memastikan seluruh pedagang terdampak terdata secara valid, menjaga agar roda perekonomian tetap berjalan, serta menciptakan situasi yang aman dan kondusif pascakebakaran.
Sebagai tindak lanjut, Pemkab Inhil melalui DKUPP telah menyiapkan lokasi relokasi sementara bagi para pedagang yang kehilangan tempat usaha.
“Target kami, dalam beberapa hari ke depan lokasi sementara sudah bisa digunakan. Kami mohon para pedagang bersabar dan tetap tenang. Sesuai arahan Bapak Bupati, seluruh korban akan difasilitasi tempat berdagang sementara hingga Tempat Penampungan Sementara (TPS) yang baru selesai dibangun,” terang Trio.
Sementara itu, penyebab kebakaran masih dalam proses penyelidikan aparat kepolisian. Pemkab Inhil juga akan melakukan evaluasi menyeluruh terhadap aspek keselamatan dan penataan kawasan Pasar Terapung guna mencegah kejadian serupa terulang.*****