38 Hektare Lahan Terbakar di Pekanbaru Sepanjang 2026, DPRD Riau Minta BPBD Perkuat Penanganan Karhutla

38 Hektare Lahan Terbakar di Pekanbaru Sepanjang 2026, DPRD Riau Minta BPBD Perkuat Penanganan Karhutla
Ginda Burnama/F: LIPO

PEKANBARU, LIPO - Luas lahan yang terbakar akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kota Pekanbaru sepanjang tahun 2026 telah mencapai lebih dari 38 hektare. Kebakaran tersebut terjadi dalam 64 kejadian yang tersebar di hampir seluruh kecamatan.

Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Pekanbaru, Martin Manouluk, mengatakan wilayah dengan luas lahan terbakar terbesar berada di Kecamatan Payung Sekaki dan Kecamatan Rumbai.

"Di Kecamatan Payung Sekaki tercatat 16 kasus kebakaran dengan luas lahan terbakar mencapai 13 hektare, sedangkan di Kecamatan Rumbai sekitar 12 hektare," ujar Martin.

Menanggapi kondisi tersebut, Anggota DPRD Riau Daerah Pemilihan (Dapil) Pekanbaru, Ginda Burnama, mengajak masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan, khususnya yang berada di sekitar wilayah rawan kebakaran seperti Payung Sekaki dan Rumbai.

"Kami menghimbau masyarakat agar tetap waspada dan siaga, terutama yang tinggal di sekitar lokasi rawan kebakaran. Mari saling mengingatkan, termasuk kepada para pemilik lahan agar menjaga lahannya dan tidak melakukan pembukaan lahan dengan cara membakar," kata Ginda, Sabtu 11 Juli 2026.

Selain itu, Ginda meminta BPBD Kota Pekanbaru segera memperkuat koordinasi dengan BPBD Provinsi Riau agar penanganan karhutla dapat dilakukan secara terpadu.

"Saya berharap BPBD Kota Pekanbaru segera berkoordinasi dengan BPBD Provinsi Riau sehingga penanganan dapat dilakukan secara sinergis dan kolaboratif. Dengan demikian, kebakaran dapat segera diatasi dan masyarakat tidak terdampak kabut asap maupun gangguan kesehatan akibat karhutla," ujar politisi Gerindra ini.

Ia juga mengajak seluruh elemen masyarakat untuk bersama-sama menjaga lingkungan dengan melakukan pembersihan dan pengelolaan lahan sesuai prosedur yang benar serta menghindari praktik pembakaran.

"Karhutla adalah tanggung jawab bersama. Dengan kepedulian seluruh masyarakat, kita dapat mencegah meluasnya kebakaran dan menjaga kualitas lingkungan di Kota Pekanbaru," tutup Ginda.*****

 

 

Ikuti LIPO Online di GoogleNews

#Karhutla

Index

Berita Lainnya

Index