PEKANBARU, LIPO - Sejumlah warung remang-remang mulai bermunculan di Kawasan Air Hitam, Kota Pekanbaru. Keberadaan warung tenda biru ini mulai meresahkan masyarakat sekitar.
Mereka bukan hanya sekedar membuka warung hingga dini hari. Namun ada dugaan menjual minuman beralkohol hingga menyalakan musik dengan volume besar yang mengganggu ketenangan warga.
Kemunculan kembali warung remang-remang ini menjadi perhatian Tim Yustisi di Kota Pekanbaru. Apalagi aparat gabungan sempat melakukan penertiban terhadap warung yang meresahkan masyarakat.
Mereka sudah menertibkan warung remang-remang yang berdiri di sejumlah lokasi pada Juni 2025 silam. Tim gabungan kala itu menyasar lokasi warung yang ada di sekitar Jalan SM Amin hingga Jalan Air Hitam.
Namun kini warung-warung tersebut kembali muncul dengan modus yang sama.
Wali Kota (Wako) Pekanbaru, Agung Nugroho tidak menampik warung remang-remang kembali muncul di sekitar Kawasan Air Hitam. Ia menegaskan Satpol PP Kota Pekanbaru segera menggelar penertiban di kawasan itu.
"Kami sudah menerima laporan tersebut, ada yang baru lagi muncul, itu sudah jadi perhatian untuk ditertibkan," tegasnya Sabtu (18/7/2026).
Dirinya mengaku tidak tinggal diam dengan keberadaan warung remang-remang yang berpotensi menjadi tempat prostitusi. Ia menegaskan tidak ada tempat untuk lokasi prostitusi di Kota Pekanbaru ini.
"Kami tegaskan tidak ada tempat untuk tempat perzinahan di Kota Pekanbaru, ini komitmen kami," ulasnya.
Agung juga meminta Satpol PP Pekanbaru untuk melakukan penertiban karena aktivitas warung tersebut dilakukan di bangunan liar.
Selain itu, Agung juga tidak mentolerir keberadaan komunitas LGBT di Kota Pekanbaru. Ia menegaskan bahwa perilaku LGBT berpotensi adanya penularan HIV.
"Pemerintah Kota Pekanbaru berkomitmen menjaga moral dan ketertiban masyarakat. Kita tidak akan memberikan ruang bagi praktik yang melanggar norma dan hukum yang berlaku," pungkasnya.*****