Sebelum Kabur, Napi Lapas Pekanbaru Sempat Kendalikan Peredaran Sabu ke Bandara SSK II

Sebelum Kabur, Napi Lapas Pekanbaru Sempat Kendalikan Peredaran Sabu ke Bandara SSK II
Kasubdit III Ditresnarkoba Polda Riau, Kompol Ade Zaldi/ist

PEKANBARU, LIPO – Aparat kepolisian mengungkap adanya dugaan keterlibatan seorang narapidana yang kabur dari Lapas Kelas IIA Pekanbaru dalam jaringan peredaran narkotika jenis sabu.

Bahkan, sebelum melarikan diri, napi yang diketahui bernama Ibnu tersebut diduga sempat mengatur pengiriman barang haram hingga ke Bandara Sultan Syarif Kasim II.

Kasubdit III Ditresnarkoba Polda Riau, Kompol Ade Zaldi, menjelaskan bahwa pengungkapan kasus ini berawal dari informasi petugas Aviation Security (Avsec) pada 22 Juli 2026 terkait adanya penumpang mencurigakan di bandara.

“Berdasarkan informasi tersebut, tim langsung turun melakukan pemeriksaan dan penggeledahan badan terhadap seorang tersangka berinisial AR. Dari hasil penggeledahan, ditemukan narkotika jenis sabu yang disembunyikan di bagian selangkangan,” ujarnya, Senin (27/7/2026).

Setelah diamankan, tersangka langsung dibawa untuk pemeriksaan lebih lanjut. Dari hasil pengembangan, polisi kemudian mengamankan tersangka lain berinisial R yang diduga berperan sebagai kurir.

“Dari pengakuan kedua tersangka, napi yang kabur ini diduga sebagai pengendali sekaligus pemilik barang. Tersangka R mengaku menerima sabu tersebut untuk kemudian diantarkan kepada tersangka AR di bandara,” jelas Ade Zaldi.

Tersangka R juga mengaku baru sekali menjalankan tugas tersebut atas perintah napi yang kini buron. Ia dijanjikan upah sebesar Rp20 juta jika berhasil mengantarkan barang hingga ke Jakarta.

Sementara itu, tersangka AR mengaku baru sekali melintas melalui Pekanbaru, namun sebelumnya pernah membawa barang serupa melalui jalur Medan.

Polda Riau masih terus melakukan pengembangan guna mengungkap jaringan lebih luas serta memburu napi yang diduga menjadi otak di balik peredaran narkotika tersebut.(***)

Ikuti LIPO Online di GoogleNews

#Napi

Index

Berita Lainnya

Index