PEKANBARU, LIPO – Ekspedisi Merah Putih Presisi yang digagas Polda Riau terus bergerak menembus wilayah pesisir dan daerah terluar. Kali ini, kegiatan tersebut menyasar Kabupaten Pelalawan dengan membawa beragam bantuan serta penguatan pelayanan bagi masyarakat.
Dalam ekspedisi itu, Polda Riau tidak hanya menyalurkan bantuan sosial, tetapi juga menghadirkan program lingkungan, pendidikan, kesehatan hingga dukungan sarana operasional kepolisian di wilayah pesisir.
Direktur Reserse Kriminal Khusus Polda Riau, Ade Kuncoro Ridwan, menegaskan bahwa kegiatan ini merupakan bentuk nyata kehadiran negara bagi masyarakat yang berada jauh dari pusat pemerintahan.
“Ekspedisi Merah Putih Presisi bukan sekadar perjalanan ke wilayah terluar. Kami hadir membawa pelayanan dan manfaat yang bisa langsung dirasakan masyarakat. Ini tentang memastikan negara benar-benar hadir hingga ke pesisir dan kampung di ujung negeri,” ujarnya di Teluk Meranti, Selasa (4/8/2026).
Dalam kegiatan tersebut, Polda Riau menyerahkan 1.000 bibit mangrove sebagai upaya pemulihan dan perlindungan ekosistem pesisir. Selain itu, sebanyak 1.000 bendera Merah Putih juga dibagikan kepada masyarakat untuk membangkitkan semangat kebangsaan menjelang Hari Kemerdekaan Republik Indonesia.
Bantuan lain turut disalurkan, mulai dari 100 paket sembako, empat paket sarana kontak berupa perlengkapan olahraga, hingga 20 paket perlengkapan sekolah bagi anak yatim piatu. Untuk mendukung aktivitas masyarakat pesisir, empat unit mesin katinting juga diberikan.
Tak hanya menyentuh masyarakat, ekspedisi ini juga memperkuat kemampuan personel kepolisian di wilayah pesisir. Polda Riau menyerahkan dua unit sepeda motor operasional untuk Polsek Kuala Kampar serta satu unit mobil patroli untuk Polsek Teluk Meranti.
Menurut Ade, dukungan kendaraan operasional sangat penting mengingat luas wilayah dan tantangan geografis yang dihadapi.
“Kami ingin memastikan anggota di lapangan memiliki sarana memadai agar dapat menjangkau masyarakat dan memberikan pelayanan secara cepat,” jelasnya.
Selain itu, kegiatan bakti kesehatan berupa pemeriksaan dan pengobatan gratis juga digelar untuk masyarakat setempat. Polda Riau turut memberikan penghargaan kepada tokoh masyarakat, tokoh pemuda, dan tokoh agama atas peran mereka dalam menjaga keamanan dan persatuan.
Penanaman mangrove dalam kegiatan ini juga menjadi bagian dari implementasi program Green Policing Polda Riau. Mangrove dinilai memiliki peran penting sebagai pelindung alami pesisir dari abrasi serta menjaga keseimbangan ekosistem yang menjadi sumber penghidupan masyarakat.
“Menjaga keamanan tidak bisa dipisahkan dari menjaga lingkungan. Melalui Green Policing, kami ingin membangun kesadaran bahwa menjaga alam adalah bagian dari menjaga masa depan,” tambahnya.
Ia menegaskan, Ekspedisi Merah Putih Presisi yang digagas Kapolda Riau merupakan bentuk pelayanan komprehensif yang menggabungkan aspek keamanan, sosial, kemanusiaan, kebangsaan, dan kepedulian lingkungan.
Polda Riau berharap kegiatan ini tidak berhenti pada penyaluran bantuan semata, tetapi juga mampu mempererat hubungan antara Polri dan masyarakat.
“Merah Putih harus menjadi semangat untuk saling menjaga masyarakat, persatuan, lingkungan, serta memastikan tidak ada yang merasa jauh dari kehadiran negara,” tutupnya.(****)