Jalan Sontang-Duri Rusak Parah, Pemprov Riau Turunkan Alat Berat dan Siapkan Anggaran Rp10 M

Jalan Sontang-Duri Rusak Parah, Pemprov Riau Turunkan Alat Berat dan Siapkan Anggaran Rp10 M
Zulfahmi/F: int

ROHUL, LIPO - Kerusakan parah di Jalan Provinsi ruas Sontang, Kecamatan Bonai Darussalam, Rokan Hulu menuju Duri, Kecamatan Mandau, Bengkalis mulai ditangani. 

Pemerintah Provinsi Riau melalui Dinas PUPR PKPP telah menurunkan alat berat ke lokasi untuk melakukan perbaikan sementara.

Plt Kepala Dinas PUPR PKPP Riau, Zulfahmi mengatakan, langkah awal yang dilakukan adalah menimbun titik-titik kerusakan yang paling kritis.

“Untuk sementara ditimbun dulu, sembari dibuatkan saluran air supaya tidak menggenang di jalan. Untuk penanganan lebih lanjut akan dianggarkan di APBD P 2026,” kata Zulfahmi, Selasa (4/8/2026).

Berdasarkan peninjauan langsung, Zulfahmi menyebut terdapat 3 titik kerusakan yang kondisinya sangat parah di ruas Jalan Sontang-Duri.

“Ada tiga titik yang sangat kritis kondisi jalannya. Sebelumnya juga sudah kami ditinjau,” ujarnya.

Desain perbaikan pun sudah disiapkan. Pada tiga titik tersebut harus dilakukan penimbunan hingga mencapai ketinggian 1 meter karena kondisi badan jalan cukup berat.

“Desain perbaikan sudah dibuat tinggal perbaikan saja. Kondisinya cukup berat dan harus ditimbun dulu hingga 1 meter jadi materialnya sangat banyak. Nanti akan di rigid jalannya,” sebutnya.

Pembuatan saluran air juga dilakukan bersamaan agar air tidak lagi menggenang dan memperparah kerusakan jalan.

Untuk perbaikan permanen pada tiga titik tersebut, Pemprov Riau memperkirakan membutuhkan anggaran sekitar Rp10 miliar. 

Karena keterbatasan anggaran tahun ini, perbaikan permanen belum bisa dilakukan.

“Tiga titik kerusakan jalan itu perlu anggaran Rp10 M. Bukan berarti menyampingkan itu, tapi juga masih ada alternatif jalan lain dari Rohul ke Duri termasuk Mahato - Simpang Manggala. Termasuk lewat Tandun masih ada alternatif,” kata Zulfahmi.

Meski begitu, ia memastikan ruas Sontang-Duri tetap menjadi prioritas perbaikan di tahun anggaran 2026.

"Tapi tetap kami prioritaskan tahun depan," pungkasnya.

Perbaikan sementara ini diharapkan dapat mengurangi risiko kecelakaan dan memperlancar arus kendaraan, terutama angkutan logistik dan sawit yang melintas di jalur tersebut.*****

 

Ikuti LIPO Online di GoogleNews

#Jalan Rusak

Index

Berita Lainnya

Index