Dampak Karhutla di Pekanbaru: 4.987 Warga Kena ISPA, Puskesmas Kewalahan

Dampak Karhutla di Pekanbaru: 4.987 Warga Kena ISPA, Puskesmas Kewalahan
Wali Kota Pekanbaru, Agung Nugroho dan Wakil Wali Kota, Markarius Anwar meninjau pelayanan di Puskesmas

PEKANBARU, LIPO - Kabut asap akibat kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) mulai menipis di langit Kota Pekanbaru. Namun dampaknya bagi kesehatan warga belum ikut menghilang.

Dinas Kesehatan (Diskes) Kota Pekanbaru mencatat, sebanyak 5.587 warga mengalami gangguan kesehatan akibat paparan kabut asap dalam satu bulan terakhir.

Data ini dihimpun dari 21 Puskesmas yang tersebar di seluruh Kota Pekanbaru.

Dari ribuan kasus tersebut, Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA) menjadi yang paling mendominasi. Tercatat sebanyak 4.987 orang menderita ISPA.

Selain ISPA, warga juga mengeluhkan penyakit lain seperti pneumonia, serangan asma, iritasi kulit, hingga iritasi mata merah.

Lonjakan pasien ini diakui oleh Pemerintah Kota Pekanbaru. Wakil Wali Kota Pekanbaru, Markarius Anwar, menyebut jumlah pasien ISPA yang datang berobat melonjak hampir dua kali lipat dari kondisi normal.

"Biasanya sehari sekitar 170 pasien, tapi saat ini dalam sehari bisa rata-rata 300-an orang," kata Markarius Anwar, Minggu (20/9/2026).

Menyikapi lonjakan tersebut, Pemko Pekanbaru telah menyiagakan 21 Puskesmas di seluruh wilayah kota sebagai posko utama penanganan dampak kabut asap.

Pemko juga telah menginstruksikan Dinas Kesehatan untuk melengkapi seluruh kebutuhan penanganan ISPA di Puskesmas.

"Kita sudah minta dinas kesehatan untuk segera mengaktifkan seluruh Puskesmas, untuk melengkapi kebutuhan-kebutuhan terkait penanganan ISPA," jelasnya.

Pemko mengimbau masyarakat untuk tidak menyepelekan gejala yang muncul. Warga yang mengalami batuk, sesak, demam, hingga iritasi mata diminta segera mendatangi Puskesmas terdekat untuk mendapatkan penanganan.*****

 

Ikuti LIPO Online di GoogleNews

#Kesehatan

Index

Berita Lainnya

Index