PEKANBARU, LIPO – Langkah tegas Korps Bhayangkara dalam memberantas jaringan narkotika internasional mendapat dukungan luas dari berbagai elemen masyarakat.
Brigjen TNI (Purn) Edy Natar Nasution, tokoh masyarakat Riau yang dikenal getol memerangi ketidakadilan di Tanah Melayu, secara terbuka memberikan apresiasi penuh atas kepemimpinan dan kinerja Kapolri, Jenderal Polisi Suyudi Ario Seto.
Apresiasi besar ini diberikan menyusul keberhasilan spektakuler aparat kepolisian gabungan yang sukses membongkar dan menyita 10,5 ton narkoba dari berbagai jenis hanya dalam kurun waktu tiga bulan terakhir.
"Ini bukan sekadar penangkapan biasa. Ini adalah perang besar melawan mafia narkoba yang dilakukan Jenderal Suyudi," ujar Edy Natar yang juga merupakan Gubernur Riau pada masanya.
Menurut Koordinator Gerakan Mengembalikan Kedaulatan Rakyat (GMKR) di Riau ini, keberhasilan masif tersebut mengirim pesan kuat ke seluruh penjuru dunia, bahwa Indonesia tidak tunduk kepada sindikat narkotika internasional.
"Penangkapan besar-besaran ini merupakan sebuah prestasi yang perlu diapresiasi rakyat Indonesia, khususnya masyarakat Riau," tegas tokoh yang dikenal tidak bisa kompromi dengan kemungkaran tersebut.
Rincian Tangkapan Raksasa 10,5 Ton Narkoba
Dalam kurun waktu tiga bulan, berhasil mengamankan total 59 orang tersangka dengan rincian barang bukti yang sangat fantastis:
3,37 Ton Ganja Kuncup: Asal Thailand yang berhasil digagalkan di wilayah Gresik.
1,3 Ton Ketamin: Disita dari kapal MV King Sun di perairan Tanjung Berkait, Kepulauan Riau.
2,6 Ton Sabu Cair: Digagalkan dari kapal MV Ocean Powder di perairan Tanjung Kait, Bengkalis.
0,8 Ton Ketamin: Diamankan dari kapal Fuchang Xing Satu di perairan Kepulauan Anambas, Kepulauan Riau.
1,2 Ton Ketamin: Dicegat dari kapal MT Global 168 di perairan Tanjung Balai Asahan, Sumatera Utara.
1,2 Ton Sabu: Ditemukan dari hasil penggerebekan laboratorium gelap penghasil sabu di Provinsi Aceh.
*Sinergi Tanpa Ampun dari Selat Malaka*
Operasi tangkap tangan lintas laut dan darat ini berjalan sukses berkat pengepungan terukur. Kapal-kapal penyelundup dicegat langsung di tengah lautan bebas, bahkan laboratorium gelap di pelosok Aceh digerebek tanpa sisa.
Dari Selat Malaka hingga ke pelosok negeri, aparat gabungan yang terdiri dari Polri, BNN, Bea Cukai, TNI, beserta unsur terkait terus memburu jaringan barang haram ini tanpa memberikan tempat aman bagi para bandar.
Langkah ini sejalan dengan komitmen tegas yang digaungkan oleh Kapolri, Jenderal Polisi Suyudi Ario Seto bahwa negara selalu hadir, tanggap, dan tidak akan pernah kalah dalam melindungi generasi penerus bangsa dari ancaman kejahatan internasional.
*Polisi bersama masyarakat, Indonesia harus menang*
Edy Natar, yang juga mantan Danrem 031/WB ini, mengajak seluruh elemen masyarakat Riau untuk mendukung penuh kebijakan Kapolri.
Tidak hanya itu, ia juga mengeluarkan imbauan tegas kepada Kapolda Riau, Irjenpol Arman Achdiat, beserta jajaran di daerah agar menunjukkan keseriusan serupa dalam perang melawan narkoba ini.
Edy meminta kepolisian daerah tidak ragu untuk terus-menerus melakukan razia di berbagai Tempat Hiburan Malam (THM) di Riau, terutama di kota Pekanbaru yang selama ini diduga kuat menjadi tempat penjualan dan peredaran narkoba.
Bagi THM yang terbukti melanggar jam operasional—terutama yang sudah berulang kali diberikan peringatan keras, namun terkesan seakan-akan kebal hukum—ia meminta pihak kepolisian segera berkoordinasi dengan kepala daerah setempat untuk mengambil tindakan paling tegas, yaitu pencabutan izin usaha secara permanen.(***)