Jum'at, 10 Juli 2020
Follow:
 
Produksi Vaksin Covid-19 Belum Temui Titik Terang

elpi | Nasional
Minggu, 07/06/2020 | 06:26:38 WIB
JAKARTA, LIPO - Juru bicara pemerintah untuk penanganan Covid-19 Achmad Yurianto mengatakan, produksi dan distribusi vaksin virus corona SARS-CoV2 (Covid-19) masih belum ditemukan. Karena itu, masyarakat diminta untuk mengubah gaya hidup untuk menghindari penularan virus itu.

"Vaksin yang diharapkan negara ini dan seluruh dunia, belum menemukan titik terang. Belum pasti kapan vaksin ini akan diproduksi massal untuk memberikan kekebalan buat kita semua," ujarnya saat konferensi pers virtual akun youtube saluran Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), Sabtu (6/6).

Padahal, ia mengakui, ditemukannya vaksin ini menjadi harapan semua negara di seluruh dunia. Hingga kini, dia melanjutkan, semua pihak tidak tahu sampai kapan vaksin Covid-19 yang memberikan kekebalan tubuh dari virus ini bisa ditemukan dan jadi standar negara-negara di dunia.

Karena itu, sambil menunggu kepastian ditemukannya vaksin, ia meminta, semua pihak harus bisa mengubah perilaku. Karena sebenarnya, vaksin bukan satu-satunya cara untuk terhindar dari penularan.

"Covid-19 ini berasal dari virus dan ditularkan dari orang sakit kepada orang yang rentan tertular melalui penularan partikel kecil air liur (droplet) karena melalui saluran pernapasan," ujarnya.

Artinya, ia menyebutkan, orang yang sakit atau terinfeksi pasti ditemukan virus ini di sepanjang dinding pernapasan, mulai dari rongga hidung, rongga tenggrokan, sampai paru-paru. Kemudian, dia melanjutkan, virus ini dikeluarkan saat penderitanya batuk dan

bersin, berbicara melalui droplet. Pihaknya mencatat data bahwa droplet penderita Covid-19 bisa sampai sejauh satu meter. Artinya, siapapun yang berada kurang dari 1 meter dan tergolong kelompok rentan tidak terlindungi maka bisa tertular virus ini. Virus ini, dia melanjutkan,juga menempel di permukaan benda di fasilitas umum. Ketika orangsakit itu menyentuh benda kemudian disentuh orang lain. Kemudian ketika tangan-tangan yang sudah tercemar ini memegang hidung, mata, mulut maka sangat memungkinkan terjadinya penularan.

"Jadi mari mengubah cara hidup supaya lebih sehat dan aman untuk terhindar dari kemungkinan penularan dengan menjaga jarak 1 sampai 2 meter. Ini penting karena kita tidak pernah tahu di sekitar kita siapa yang sakit atau yang tidak," ujarnya.

Selain menjaga jarak, masyarakat juga menggunakan masker wajah, rajin cuci tangan, menjaga imunitas, penuhi kebutuhan gizi secara seimbang, melakukan aktivitas bekerja dan berolahraga secara seimbang karena meningkatkan imunitas tubuh, hingga hindari kecemasan yang tidak perlu terhadap virus ini. Perubahan gaya hidup ini,harus dilakukan bersama-sama dan terus menerus sepanjang waktu.

Dia menyebutkan, perubahan paradigma akan sangat menguntungkan karena tidak hanya melindungi diri dari Covid-19 karena kebiasaan menggunakan masker bisa melindungi dari kemungkinan infeksi pernapasan yang lain. "Mari mulai dari sekarang melakukan adaptasi tatananyang baru dan tetap produktif. Kalau tidak sehat maka tidak mungkin kita bisa produktif, jadi utamakan sehat," katanya.(lipo*3/rol)



Berita Lainnya :
 
  • Optimis Bakal Menang, DPP Golkar Segera Serahkan SK Dukungan untuk 4 Pasangan Calon di Riau
  • Polresta Pekanbaru Ringkus Pengedar Sabu Bersenjata Api
  • Gunakan Mobil Sedan, Tiga orang Kedapatan Bawa Sabu Diringkus Polsek Peranap
  • Ini Fakta Persidangan Amril Mukminin, Anggota Dewan Bengkalis Kecipratan Fee 100.000 Dollar
  • Kapolres Kuansing & Jajaran Lounching Jaga Kampung
  • Titik Hotspot Karhutla Nol, Pemprov Riau Apresiasi Polda Riau & Relawan
  • Polsek Tampan Amankan Pelaku Pembakaran Lahan
  • Danrem 031/WB Brigjen M Syech Ismed Kunker ke Rohil
  • Zukri Misran-Nasaruddin Resmi Diusung PPP di Pilkada Pelalawan
  •  
     
     
     
       
    Nasional Daerah
    Politik Hukrim
    Ekonomi Otomotif
    Sport Internasional
    Hiburan Bandar Serai
    Lifestyle Tekno
    Travelling    
       
    Copyright © 2014-2015 LiputanOke.Com, All Rights Reserved - Redaksi - Pedoman Media Siber - Info Iklan - Disclaimer - Index