Kesabaran Pemuda Ini Cegah Karhutla Berbuah Manis

Benny Andriyos | Pelalawan
Minggu, 22/01/2017 - 11:27:25 WIB
Crew Leader asal Desa Teluk Binjai, Kecamatan Teluk Meranti, Kabupaten Pelalawan, Zuriadi sedang melakukan patroli di desanya sekaligus memberikan pemahaman untuk tidak membuka lahan dengan membakar/dok RAPP
PANGKALAN KERINCI, Lipo-Mengubah pola pikir masyarakat untuk tidak lagi membuka lahan dengan cara membakar tidaklah mudah. Perlu kesabaran dan ketekunan untuk mengedukasi jika membuka lahan dengan bakar itu berbahaya.

Seperti kisah seorang pemuda dari Desa Teluk Binjai, Kecamatan Teluk Meranti, Kabupaten Pelalawan, Zuriadi (32) buktinya.

 Sebagai Crew Leader atau koordinator penggerak dalam penanggulangan kebakaran di desa melalui Program Desa Bebas Api atau Fire Free Village Program, Zuriadi setiap hari mendatangi berbagai lapisan masyarakat di desanya untuk memberikan penjelasan apa yang harus dilakukan masyarakat untuk menjaga lahannya.

Ia mengatakan sosialisasi yang ia lakukan tidaklah sekali dua kali, tetapi berulang-ulang agar masyarakat paham mem-baubakar lahan itu tidak baik untuk kesehatan dan menggangu kegiatan sehari-hari mereka. Berbagai penolakan saat sosialisasi pun ia dapatkan.

Beberapa masyarakat ada yang menolak dengan mengatakan sejak dulu mereka membuka lahan dengan membakar, sehingga tidak perlu adanya sosialisasi ini.

"Memang penolakan saya temui di awal-awal saya menjadi Crew Leader di tahun 2015 lalu. Saya mengakui sulit mengubah pola pikir masyarakat, tapi saya tidak mau menyerah begitu saja, berbagai cara saya lakukan seperti sosialisasi dengan menggunakan pendekatan personal, setiap acara desa atau pengajian di desa. Berbagai kesempatan saya manfaatkan untuk memberikan pemahaman kepada masyarakat. Pokoknya saya selalu sosialisasikan kalau ada kesempatan, di kedai kopi, lahan pun saya sosialisasikan. Kami juga setiap dua hari sekali patroli untuk melihat apakah ada lahan yang terbakar, jaga-jaga kalau ada biar dipadamkan segera," ujarnya, baru-baru ini  (18/1).

Lama kelamaan masyarakat menjadi paham membuka lahan dengan cara bakar tidaklah benar. Saat ini mereka membuka lahan tidak lagi dengan membakar tetapi menggunakan cara manual seperti parang, cangkul dan alat-alat pertanian lainnya.

Hal ini membuat Desa Teluk Binjai pada tahun 2016 mendapatkan reward sebesar Rp 100 juta yang digunakan untuk infrastruktur di desa berupa semenisasi jalan desa.

Lain lagi dengan Ihsan (31), Crew Leader asal  Desa Langgam, Kecamatan Langgam, Kabupaten Pelalawan. Saat mengedukasi masyarakat ke rumah-rumah, ia pernah diusir menggunakan parang. Ia menceritakan masyarakat menganggap hal yang dilakukan Ihsan tidaklah penting. Penjelasan tentang membuka lahan menurut mereka tidaklah penting.

"Ya itu resiko kami, agar masyarakat tidak membuka lahan dengan membakar lagi. Saya terus bilang ke mereka kalau apa yang ia berikan agar desa mereka tidak berasap dan aktivitas masyarakat tidak terganggu. Alhamdulillah, perlahan mereka mengerti," ujarnya.

Manajer Program Desa Bebas Api, Sailal Arimi mengatakan program ini terfokus pada pencegahan membuka lahan dengan bakar. Perusahaan juga menyediakan reward dalam bentuk infrastruktur bagi desa yang berhasil menjaga lingkungannya dari kebakaran lahan.

"Bagi desa yang berhasil menjaga wilayahnya tidak terbakar akan memperoleh reward Rp 100 juta dalam bentuk infrastruktur seperti pembuatan jembatan, sumur bor dan lainnya. Adanya reward dalam bentuk infrastruktur dapat membantu mengembangkan potensi yang ada di desa," tuturnya.

Tahun 2016, program Desa Bebas Api yang merupakan inisiatif dari PT. Riau Andalan Pulp and Paper (RAPP), atau APRIL group, kata Sailal telah membantu masyarakat 18 desa yang merupakan peserta program membuka lahan pertanian dengan menggunakan teknologi pertanian secara mekanis dan manual. (Lipo*2/rls)


.::: Pemerintah Kabupaten Pelalawan :::.
Jumat, 20/04/2018 - 05:59:12 WIB
Aparat Amankan Ribuan Miras, Rokok, dan Oli Ilegal di Pelalawan
Senin, 19/03/2018 - 09:28:55 WIB
PT RAPP Benarkan Sejumlah Ikan Mati Pasca Terhentinya Kinerja IPAL
Senin, 29/01/2018 - 20:54:10 WIB
Bupati Harris Apresiasi Perusahaan yang Terapkan K3
Senin, 23/10/2017 - 16:00:35 WIB
Masyarakat NU Pelalawan Rayakan Hari Santri Nasional
Selasa, 08/08/2017 - 17:16:33 WIB
Bujang Dara Pelalawan Ingin Promosikan Batik Bono
Senin, 31/07/2017 - 23:55:08 WIB
IKN Riau Komplek Hadirkan Pentas Seni Khas Nias
Jumat, 21/07/2017 - 19:37:53 WIB
JCH Diharapkan Jadi Tauladan di Masyarakat
Kamis, 20/07/2017 - 10:52:53 WIB
Rombongan Lemhanas Kagumi Program Perusahaan Untuk Masyarakat
Selasa, 13/06/2017 - 04:15:07 WIB
Perusahaan Komit Cegah Penyalahgunaan Narkoba
Sabtu, 10/06/2017 - 13:25:03 WIB
Ratusan MPA Ikuti Sosialisasi Desa Bebas Api
Kamis, 01/06/2017 - 14:17:15 WIB
Perbaikan Jalur Mudik di Pelalawan Masih Sebabkan Kemacetan Panjang
Rabu, 24/05/2017 - 10:30:44 WIB
Kampanye Berbagi Darah untuk Ibadah dan Kemanusiaan
Rabu, 05/04/2017 - 17:36:42 WIB
Umur Tak Jadi Masalah Lanjutkan Pendidikan
Senin, 03/04/2017 - 23:14:00 WIB
Rawat Gajah Seperti Merawat Diri Sendiri
Jumat, 17/03/2017 - 10:10:08 WIB
Pemerintah dan Perusahaan Bersinergi Bangun Kabupaten Pelalawan
Jumat, 17/03/2017 - 10:01:13 WIB
Dua Pemuda ini Jadi Sarjana Walau Tak Punya Biaya Kuliah
Kamis, 09/03/2017 - 11:17:15 WIB
Srikandi dari Pangkalan Kerinci
Minggu, 05/03/2017 - 15:28:11 WIB
Warga Ukui Korban Banjir Bersyukur Bantuan Terus Berdatangan
Sabtu, 04/03/2017 - 16:42:33 WIB
Dua Sekolah di Pangkalan Kerinci Tampilkan Kreatifitas Siswa
Jumat, 03/03/2017 - 22:14:26 WIB
Warga Desa Lukit Siap Terapkan Cara Bertani di Lahan Tanpa Bakar
   
Nasional Daerah
Politik Hukrim
Ekonomi Otomotif
Sport Internasional
Hiburan Bandar Serai
Lifestyle Tekno
Travelling    
   
Copyright © 2014-2015 LiputanOke.Com, All Rights Reserved - Redaksi - Pedoman Media Siber - Info Iklan - Disclaimer - Index