Jum'at, 07 08 2020
Follow:
 
Kepala OJK Riau Imbau Warga Waspadai Pinjaman Daring Bodong

elpi | Ekonomi
Minggu, 05/07/2020 | 11:31:08 WIB
PEKANBARU< LIPO - Otoritas Jasa Keuangan Provinsi Riau meminta warga Riau untuk mewaspadai pinjaman daring bodong menyusul temuan 105 fintech peer to peer lending ilegal atau penawaran pinjaman daring yang muncul selama wabah COVID-19 oleh Satgas Waspada Investasi.

"Kami sudah berkali-kali mengimbau warga agar mewaspadai penawaran pinjaman daring karena bunganya tinggi," kata Kepala Otoritas Jasa (OJK) Provinsi Riau Yusri di Pekanbaru, Sabtu, dikutip dari antarariau.

Yusri mengatakan dari nama-nama fintech ilegal yang diumumkan oleh SWI Jumat (4/7) sejauh ini belum ada ditemukan laporannya di Riau.

"Namun begitu warga tetap diminta waspada dengan penawaran pinjaman daring sebaiknya lihat izinnya jangan mudah tertarik dengan iming-iming yang ditawarkan," kata Yusri.

Sementara itu Kepolisian yang tergabung dalam SWI dalam penindakannya pada Juni 2020 berhasil menemukan 105 fintech peer to peer lending ilegal yang menawarkan pinjaman ke masyarakat melalui aplikasi dan pesan singkat di telepon genggam.

"Semua temuan selalu kami teruskan untuk segera dilakukan penindakan sesuai ketentuan. Penindakan yang cepat sangat diperlukan untuk mencegah pelaku fintech beroperasi kembali yang bisa merugikan masyarakat," kata Ketua Satgas Waspada Investasi Tongam L Tobing dalam jumpa pers virtual bersama pihak Bareskrim Polri di Jakarta Jumat.

Maraknya fintech peer to peer lending ilegal itu sengaja memanfaatkan kondisi melemahnya perekonomian masyarakat akibat pandemi COVID- 19.

"Mereka mengincar masyarakat yang saat ini kesulitan ekonomi dan membutuhkan uang untuk memenuhi kebutuhan pokok atau konsumtif. Padahal pinjaman fintech ilegal ini sangat merugikan masyarakat karena mengenakan bunga yang tinggi, jangka waktu pinjaman pendek dan mereka selalu meminta untuk mengakses semua data kontak di handphone. Ini sangat berbahaya, karena data ini bisa disebarkan dan digunakan untuk mengintimidasi saat penagihan," kata Tongam.

Jumlah total fintech peer to peer lending ilegal yang telah ditangani Satgas Waspada Investasi sejak tahun 2018 s.d. Juni 2020 sebanyak 2591 entitas.

Satgas Waspada Investasi juga menyampaikan informasi bahwa Koperasi Sigap Prima Astrea telah diberikan normalisasi karena tidak melakukan kegiatan pinjaman online di luar anggota dan memiliki legalitas badan hukum sesuai dengan ketentuan yang berlaku.(lipo*3)



Berita Lainnya :
 
  • Babinsa Koramil 03/Siak Kodim 0303/Bengkalis Bagikan BLT untuk 113 KK
  • Anggota Koramil 03/Siak, Polsek Siak & Satpol PP Berikan Imbauan Protokol Kesehatan
  • Cegah Wabah Virus Corona Babinsa Koramil 03/Siak Bagikan Masker Gratis Kepada Masyarakat
  • Terungkap Dipersidangan Amril Mukminin, Disamping Ada Permintaan Uang, Ada Istilah 'Adat Istiadat'
  • Wakil Ketua DPR RI Azis Syamsuddin Dorong SMSI Ikut Cerdaskan Bangsa
  • Usulan Disetujui Wako Firdaus, Sekolah Tatap Muka Sekali Sepekan Tunggu Izin Kementerian
  • Enam ASN dan 4 Tenaga Kesehatan di Pekanbaru Terpapar Corona
  • Berharap Kuansing Lebih Baik, Video Pendek Ari Akbar Raih Trophy Andi Putra
  • PT SPR Langgak Raih Penghargaan Perusahaan Berkinerja Terbaik Pertama dari SKK Migas
  •  
     
     
     
       
    Nasional Daerah
    Politik Hukrim
    Ekonomi Otomotif
    Sport Internasional
    Hiburan Bandar Serai
    Lifestyle Tekno
    Travelling    
       
    Copyright © 2014-2015 LiputanOke.Com, All Rights Reserved - Redaksi - Pedoman Media Siber - Info Iklan - Disclaimer - Index