Selasa, 31/10/2017
Follow:
 
Dua Tahun Dinyatakan Hilang, Perempuan Ini Ditemukan Masih Hidup Mengapung di Laut

ELFI | Internasional
Selasa, 31/10/2017 | 07:40:25 WIB
Wanita Berhasil Diselamatkan Nelayan/Viva
TERKAIT:
 
 
LIPO - Sebuah video penyelamatan wanita viral di dunia maya. Dalam video itu seorang nelayan bernama Roland Visbal berhasil menyelamatkan Angelica Gaitan mengapung di laut tak sadarkan diri 1,2 mil dari Puerto, Kolombia.

Kejadian itu pun menjadi misteri. Pasalnya, wanita Kolombia yang ditemukan itu dikabarkan jatuh dari grid 2 tahun lalu, dan polisi masih menyelidiki kabar tentang kehilangan dan penyelamatannya.

Dikutip dari Viva pada Ahad (11/10), diceritakan, Gustavo dan temannya melihat tubuh wanita 46 tahun itu mengapung di permukaan laut. Melihat itu, awalnya mereka menganggap itu hanyalah sebatang kayu apung. Diduga, wanita itu bertahan selama berjam-jam, hingga berulang kali pingsan dan sadar.

Dalam video dramatis itu, kedua pria awalnya memanggil-manggil wanita itu. Ketika perahu mereka berhasil mendekat, wanita itu tidak merespons. Dilaporkan bahwa, setelah lebih dari 8 jam di dalam air, wanita itu menderita kelelahan dan hipotermia.


Gustavo dan temannya kemudian mengikatkan tali pada wanita itu untuk menariknya ke dalam perahu. Kedua pria itu akhirnya berhasil menyelamatkannya.

"Saya dilahirkan kembali. Tuhan tidak ingin saya mati," kata Gaitan ketika pertama kali tersadar, dikutip dari Healthy Food House, Sabtu, 10 Oktober 2020.

Gaitan menangis saat berhasil keluar dari laut. Kedua penyelamatnya kemudian membawa Gaitan ke pantai dan penduduk setempat segera menghampirinya. Lalu, Gaitan dibawa ke rumah sakit terdekat. Namun, ketika diidentifikasi, ceritanya mengejutkan banyak orang.


Diduga, setelah 20 tahun dianiaya oleh suaminya, dia melarikan diri dua tahun yang lalu. Sejak itu, keluarganya kehilangan kontak dengan Gaitan, dan tidak tahu apakah wanita itu masih hidup atau tidak.

"Penganiayaan dimulai pada kehamilan pertama. Dia memukuli saya, dia melecehkan saya dengan kejam. Pada kehamilan kedua saya, pelecehan terus berlanjut dan saya tidak bisa menjauh darinya karena anak-anakku masih kecil," kata Gaitan bercerita.

Ketika wanita malang itu melaporkan KDRT yang dialami ke otoritas setempat, polisi hanya menahan suami Gaitan 24 jam, setelah itu ia kembali ke rumah dan melanjutkan penyerangannya.


Angelica menjelaskan, pada September 2018 lalu, dalam adegan yang mengerikan, pasangannya pernah 'mematahkan wajahnya dan mencoba membunuhnya'. Angelica merasa sudah tidak punya harapan dan memutuskan untuk melarikan diri.

Akhirnya, ia tinggal di Barranquilla selama 6 bulan. Namun, menurut laporan media lokal, dia depresi dan berpikir untuk mengakhiri hidup, setelah dipaksa keluar dari panti asuhan. Lalu, dia naik bus ke pantai dan melompat ke air. (*1)




Berita Lainnya :
 
  • Ini Manfaat Ubi Bagi Kesehatan Usus Hingga Penglihatan
  • Irjen Napoleon Bonaparte 'Seret' Nama Kabareskrim dan Azis Syamsuddin di Persidangan
  • KPK Minta Cakada Jujur Laporkan Sumbangan Kampanye
  • Menang 4-0, Barcelona Melenggang ke 16 Besar Liga Champions
  • Hari Ini, Gubernur Riau Terima DIPA dari Presiden Jokowi Secara Virtual
  • Calon Wali Kota Dumai Eko Suharjo Meninggal Setelah Sempat Positif Covid-19
  • Kadis Dikdukcapil Langsung Bagikan e-KTP ke Rumah Warga
  • Bantah Soal SK Jabatan, Terdakwa Baharudin Juga Ngaku tak Tahu Adi Sukemi Cabup Pelalawan
  • Pagi Dijemput Polisi, Malam Harinya Ketua FPI Pekanbaru Dijadikan Tersangka
  •  
     
     
     
       
    Nasional Daerah
    Politik Hukrim
    Ekonomi Otomotif
    Sport Internasional
    Hiburan Bandar Serai
    Lifestyle Tekno
    Travelling    
       
    Copyright © 2014-2020 LiputanOke.Com, All Rights Reserved - Redaksi - Pedoman Media Siber - Info Iklan - Disclaimer - Index