Antisipasi Kepadatan Jalan Soebrantas, Pemprov Riau Siapkan Pelebaran dan Prototipe Jalur

Antisipasi Kepadatan Jalan Soebrantas, Pemprov Riau Siapkan Pelebaran dan Prototipe Jalur

PEKANBARU, LIPO - Pemerintah Provinsi (Pemprov) Riau menyiapkan sejumlah langkah untuk mengantisipasi peningkatan kepadatan lalu lintas di Jalan HR Soebrantas (Panam) pada tahun 2026. 

Hal ini disampaikannya menyusul rampungnya jalan lingkar tahun ini yang diperkirakan akan mengalihkan arus kendaraan dari Dumai, Sumatera Barat, dan Rengat ke kawasan Panam.

Pelaksana Tugas (Plt) Gubernur Riau SF Hariyanto mengatakan, Jalan Soebrantas diprediksi akan semakin padat karena menjadi akses utama keluar-masuk kendaraan dari berbagai daerah, termasuk pengguna jalan tol.

“Kalau dari Dumai nanti keluarnya ke Soebrantas, dari Sumbar juga, itu pasti macet luar biasa. Mau tidak mau harus kita antisipasi, meskipun anggaran kita terbatas,” ujar SF Hariyanto dalam refleksi akhir tahun 2025, Rabu 31 Desember 2025.

Sebagai langkah awal katanya, Pemprov Riau akan membangun prototipe penanganan lalu lintas dengan melebarkan sejumlah segmen Jalan Soebrantas hingga 14 meter. Pelebaran direncanakan di beberapa titik strategis, yakni di depan Universitas Riau (Unri), Rumah Sakit Jiwa Tampan, dan Universitas Islam Negeri (UIN) Suska Riau.

Selain itu, Pemprov juga akan menyatukan dan memperbaiki jalur cepat dan jalur lambat di sisi kiri Jalan Soebrantas yang sebelumnya telah dibangun oleh Pemerintah Kota Pekanbaru.

“Jalur cepat dan lambat yang sudah ada akan kita satukan dan perbaiki, supaya masyarakat dari Dumai, Sumbar, dan Rengat tidak terjebak macet di Soebrantas,” jelasnya.

SF Hariyanto menambahkan, Pemprov Riau juga telah menyiapkan anggaran pembebasan lahan Jalan Soebrantas. Detail Engineering Design (DED) proyek tersebut telah diselesaikan oleh Kementerian PUPR, dan ditargetkan groundbreaking dapat dilakukan pada awal 2027.

Terkait rencana pembangunan fly over Simpang Panam, SF Hariyanto meminta agar desain dievaluasi ulang, khususnya terkait elevasi jembatan.

“Saya minta desainnya diubah, tidak perlu panjang-panjang. Elevasi cukup sekitar 6 persen saja, karena kalau terlalu panjang, pembebasan lahannya memakan area yang besar. Yang penting fly over Simpang Panam bisa diselesaikan,” tegasnya.*****

 

Ikuti LIPO Online di GoogleNews

#Refleksi Akhir Tahun

Index

Berita Lainnya

Index