PEKANBARU, LIPO - Badan Pendataan Daerah (Bapenda) Kota Pekanbaru, terus melakukan pendataan dan penilaian individual objek Pajak Bumi dan Bangunan (PBB). Hal ini dilakukan untuk menggenjot Pendapatan Asli Daerah (PAD) dari sektor pajak perkotaan.
Kali ini, Tim dari Bapenda melakukan pendataan dan penilaian individual objek PBB ke Witama School Pekanbaru, Senin (9/2/2026).
Di sana Tim dari Bapenda melakukan pengecekan langsung terhadap objek PBB. Mereka melihat langsung kondisi bangunan yang di lapangan dan menyamakan dengan yang ada pada data Bapenda Pekanbaru.
"Intinya kegiatan ini bukan sekedar naikin pajak. Tapi buat data yang adil dan akurat, dan sesuai kondisi di lapangan," kata Plt Kepala Bapenda Kota Pekanbaru, T Denny Muharpan.

Menurutnya, tim di lapangan juga menilai kembali Nilai Jual Objek Pajak (NJOP) di lokasi tersebut. Apakah ada pertambahan bangunan gedung atau penambahan luasan wilayah.
"Ini sebagai salah satu upaya kita dalam menggali potensi PAD dari sektor PBB," jelas T Denny.
Menurutnya, data di objek PBB itu bergerak dinamis, hampir setiap hari itu berubah, oleh karena itu pihaknya saat ini terus melakukan pemutakhiran.
"Kami juga mengimbau kepada masyarakat untuk dapat membayar pajak tepat pada waktunya. Karena pajak yang dibayarkan sangat mendukung pembangunan di Kota Pekanbaru," terangnya.
Kepala Bapenda Pekanbaru mengatakan bahwa penilaian objek pajak merupakan salah satu program rutin yang dilakukan guna mengoptimalkan potensi penerimaan daerah dari sektor Pajak Bumi dan Bangunan Perdesaan dan Perkotaan (PBB-P2). Menurutnya, sejumlah objek pajak yang mengalami perkembangan fisik maupun peningkatan nilai ekonomi perlu dilakukan evaluasi dan penyesuaian agar data perpajakan tetap akurat.
“Penilaian ini bertujuan untuk mendapatkan data yang valid terkait kondisi bangunan dan lahan yang menjadi objek pajak. Dengan data yang akurat, maka penetapan pajak dapat dilakukan secara adil dan sesuai ketentuan yang berlaku,” ujarnya.
Tim Bapenda melakukan pengecekan langsung terhadap luas tanah, luas bangunan, fasilitas pendukung, serta berbagai komponen lain yang menjadi dasar dalam menentukan Nilai Jual Objek Pajak (NJOP). Seluruh proses dilakukan sesuai prosedur dan regulasi yang berlaku dengan mengedepankan transparansi serta profesionalisme.
Witama School dipilih sebagai salah satu objek penilaian karena merupakan lembaga pendidikan yang memiliki fasilitas cukup lengkap dan terus berkembang. Perkembangan infrastruktur dan peningkatan nilai aset yang dimiliki sekolah menjadi faktor penting yang perlu diperhitungkan dalam proses penilaian pajak.
Pihak sekolah menyambut baik kedatangan tim Bapenda dan memberikan dukungan terhadap proses penilaian yang berlangsung. Manajemen sekolah juga memberikan akses data serta informasi yang diperlukan guna mendukung kelancaran kegiatan tersebut.
Bapenda menegaskan bahwa penilaian objek pajak bukan semata-mata untuk meningkatkan beban wajib pajak, melainkan sebagai langkah menciptakan keadilan dalam sistem perpajakan daerah. Dengan adanya pembaruan data, setiap wajib pajak diharapkan dapat membayar pajak sesuai nilai objek yang sebenarnya.
Selain melakukan penilaian objek pajak, Bapenda Pekanbaru juga terus menggencarkan berbagai program intensifikasi dan ekstensifikasi pajak daerah. Upaya tersebut meliputi pendataan objek pajak baru, peningkatan kepatuhan wajib pajak, pemanfaatan teknologi digital dalam pelayanan perpajakan, hingga sosialisasi kepada masyarakat mengenai pentingnya membayar pajak daerah.
Menurut Bapenda, optimalisasi penerimaan pajak daerah memiliki peran penting dalam mendukung pembangunan Kota Pekanbaru. Dana yang bersumber dari PAD digunakan untuk membiayai berbagai program pembangunan, mulai dari infrastruktur jalan, pelayanan kesehatan, pendidikan, hingga peningkatan fasilitas publik lainnya.
“Semakin optimal penerimaan pajak daerah, maka semakin besar pula kemampuan pemerintah daerah dalam membiayai pembangunan dan pelayanan kepada masyarakat. Karena itu, kami terus berupaya menggali potensi-potensi pajak yang ada secara maksimal,” jelasnya.
Hingga saat ini, sektor pajak daerah masih menjadi salah satu penyumbang terbesar PAD Kota Pekanbaru. Oleh sebab itu, pemutakhiran data objek pajak dan penilaian terhadap aset-aset potensial menjadi langkah yang terus dilakukan secara berkelanjutan.
Bapenda berharap seluruh wajib pajak dapat mendukung program tersebut dengan memberikan data yang benar dan terbuka saat proses penilaian berlangsung. Kerja sama yang baik antara pemerintah daerah dan wajib pajak diyakini akan memberikan dampak positif terhadap peningkatan penerimaan daerah.
Melalui kegiatan penilaian objek pajak di Witama School ini, Bapenda Pekanbaru optimistis target penerimaan PAD dari sektor pajak daerah dapat terus meningkat. Langkah tersebut sekaligus menjadi bagian dari komitmen pemerintah kota dalam mewujudkan tata kelola perpajakan yang transparan, akuntabel, dan berkeadilan demi mendukung pembangunan Kota Pekanbaru yang lebih maju dan berkelanjutan.(adv)