PEKANBARU, LIPO - Wali Kota (Wako) Pekanbaru, Agung Nugroho, terus melakukan terobosan dan inovasi untuk optimalisasi Pendapatan Asli Daerah (PAD).
Salah satunya, Wako Agung mengizinkan sejumlah dealer mobil membuka stand pameran di halaman Kantor Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Pekanbaru, Jalan Teratai, Sukajadi.
Ada beberapa dealer mobil yang telah membuka stand pameran sejak awal pekan ini. Pemko Pekanbaru memberikan tempat secara gratis kepada pelaku usaha ini untuk memasarkan produk dan meningkatkan penjualan mereka.
Selain memberikan kemudahan terhadap pelaku usaha untuk memasarkan produknya, hal ini juga sebagai upaya peningkatan PAD dari sektor pajak kendaraan bermotor atau PKB.

"Kita diminta bapak wali kota untuk kasih tempat mereka untuk pameran mobil. Kalau mereka jualan, dan kalau laku tentu untuk meningkatkan penerimaan PKB, pembayaran (PKB) Samsatnya kan ada di kantor kita," kata Kepala Bapenda Kota Pekanbaru, T Denny Muharpan, Jumat (24/4/2026).
Ia menyebut bahwa ini merupakan instruksi Wali Kota Pekanbaru, Agung Nugroho dalam memberikan kemudahan terhadap pelaku usaha dan dalam rangka menggenjot PAD dari sektor PKB.
Denny menyebut, bahwa hingga kini ada 15 perusahaan penjualan mobil yang akan membuka stand di halaman Kantor Bapenda Kota Pekanbaru. Mereka akan dibuat jadwal bergilir untuk menempati stand yang ada di Kantor Bapenda.
"Kita dorong mereka untuk meningkatkan penjualan kendaraan dengan memberikan tempat, dan mereka juga dapat berkontribusi ke pemerintah dalam PKB. Kalau meningkat penjualan mereka, tentu meningkat juga pendapatan pajak kita dari opsen PKB," pungkasnya.
Program ini menjadi bagian dari strategi pemerintah daerah dalam memperkuat sinergi dengan berbagai pihak, termasuk dealer kendaraan, lembaga pembiayaan, serta pelaku industri otomotif lainnya, guna meningkatkan kepatuhan pajak kendaraan bermotor di Kota Pekanbaru.
Penyediaan stand pameran gratis ini merupakan bentuk dukungan pemerintah daerah terhadap sektor otomotif sekaligus upaya mendekatkan layanan dan informasi pajak kepada masyarakat.
“Melalui stand pameran ini, kami ingin menghadirkan ruang interaksi antara masyarakat, pelaku usaha otomotif, dan pemerintah daerah. Di sini masyarakat bisa mendapatkan informasi langsung terkait pajak kendaraan, proses administrasi, serta berbagai kemudahan layanan yang kami sediakan,” ujarnya.
Menurutnya, sektor PKB merupakan salah satu penyumbang penting PAD Kota Pekanbaru. Oleh karena itu, diperlukan berbagai inovasi untuk meningkatkan kesadaran masyarakat dalam memenuhi kewajiban pajak kendaraan secara tepat waktu.
Stand pameran yang disediakan di Kantor Bapenda Pekanbaru dapat dimanfaatkan secara gratis oleh dealer mobil, dealer motor, maupun pihak terkait lainnya untuk memamerkan produk serta memberikan edukasi kepada pengunjung. Kegiatan ini juga diharapkan dapat menjadi sarana promosi yang efektif sekaligus mendukung peningkatan literasi perpajakan.
Selain itu, keberadaan stand pameran ini juga mempermudah masyarakat dalam memperoleh informasi terkait pembelian kendaraan baru, proses balik nama, serta kewajiban pajak yang harus dipenuhi setelah memiliki kendaraan. Dengan demikian, masyarakat dapat memahami sejak awal pentingnya kepatuhan pajak kendaraan bermotor.
Bapenda Pekanbaru menilai bahwa pendekatan edukatif dan kolaboratif seperti ini lebih efektif dalam meningkatkan kesadaran wajib pajak dibandingkan hanya mengandalkan penegakan aturan semata. Dengan adanya interaksi langsung antara petugas, pelaku usaha, dan masyarakat, diharapkan tercipta pemahaman yang lebih baik mengenai pentingnya pajak bagi pembangunan daerah.
“Kami tidak hanya fokus pada penagihan, tetapi juga pada edukasi dan pelayanan. Semakin banyak masyarakat yang paham, maka tingkat kepatuhan pajak juga akan meningkat,” tambahnya.
Selain menyediakan stand pameran, Bapenda Pekanbaru juga terus mendorong digitalisasi layanan pajak kendaraan bermotor. Masyarakat kini dapat melakukan pembayaran PKB melalui berbagai kanal digital yang telah bekerja sama dengan pemerintah daerah, sehingga proses pembayaran menjadi lebih mudah, cepat, dan transparan.
Langkah ini sejalan dengan upaya pemerintah dalam menciptakan sistem perpajakan yang modern dan berbasis teknologi. Dengan adanya kemudahan tersebut, diharapkan tidak ada lagi alasan bagi masyarakat untuk menunda pembayaran pajak kendaraan.
Sejumlah pelaku usaha otomotif menyambut baik program stand pameran gratis yang disediakan oleh Bapenda Pekanbaru. Mereka menilai fasilitas ini tidak hanya memberikan ruang promosi, tetapi juga meningkatkan kedekatan antara pelaku usaha dengan masyarakat dan pemerintah daerah.
Selain itu, kegiatan ini juga dinilai dapat membantu meningkatkan penjualan kendaraan sekaligus memberikan edukasi langsung kepada konsumen terkait kewajiban pajak yang harus dipenuhi setelah membeli kendaraan.
Bapenda Pekanbaru berharap program ini dapat dimanfaatkan secara optimal oleh seluruh pihak yang terlibat. Dengan sinergi antara pemerintah daerah dan pelaku usaha, diharapkan penerimaan dari sektor PKB dapat terus meningkat dan memberikan kontribusi signifikan terhadap PAD Kota Pekanbaru.
Ke depan, Bapenda juga berencana memperluas konsep serupa dengan melibatkan lebih banyak sektor dan instansi terkait. Hal ini dilakukan sebagai bagian dari strategi berkelanjutan dalam meningkatkan kesadaran pajak serta memperkuat basis penerimaan daerah.
Melalui penyediaan stand pameran gratis di Kantor Bapenda Pekanbaru, pemerintah daerah menegaskan komitmennya untuk terus menghadirkan inovasi pelayanan publik yang tidak hanya fokus pada penerimaan pajak, tetapi juga memberikan manfaat langsung bagi masyarakat dan pelaku usaha di Kota Pekanbaru.(adv)