Kinerja Stagnan, DPRD Riau Bahas Dampak Rotasi ASN Massal di Setwan

Kinerja Stagnan, DPRD Riau Bahas Dampak Rotasi ASN Massal di Setwan
Rapat Pinpinan Fraksi Bahas Kinerja Dewan Pasca Mutasi Pegawai/F: ist

PEKANBARU, LIPO - Pimpinan DPRD Riau bersama para Ketua Fraksi menggelar Rapat Pimpinan (Rapim) dengan jajaran Sekretariat DPRD Riau di kantor Dewan, pada Kamis, 18 Juni 2026. 

Pertemuan tersebut membahas sejumlah persoalan internal yang muncul pasca dilakukannya rotasi massal Aparatur Sipil Negara (ASN) di lingkungan DPRD Riau.

Rapat yang berlangsung tertutup itu dihadiri oleh Ketua DPRD Riau, Kaderismanto, para wakil ketua, yakni Parisman Ihwan, Budiman Lubis, dan Ahmad Tarmizi, serta seluruh ketua fraksi yang ada. Sementara dari pihak sekretariat, hadir Sekretaris Dewan (Sekwan) Renaldi beserta para kepala bagian dan kepala sub bagian di lingkungan DPRD Riau.

Ketua Fraksi PDI-P DPRD Riau, Makmun Solihin, usai rapat menyampaikan bahwa pertemuan tersebut difokuskan untuk mencari solusi atas berbagai kendala administrasi dan dinamika internal yang menghambat kinerja dewan belakangan ini.

"Rapim tadi lebih banyak membahas problem internal, masalah administrasi, kegiatan, dan lain sebagainya. Intinya supaya semua kegiatan di Dewan ini bisa berjalan lancar," ujar Makmun Solihin kepada awak media.

Salah satu poin utama yang menjadi sorotan dalam rapat adalah kebijakan rotasi ASN yang dilakukan secara menyeluruh. Menurut Makmun, kondisi mutasi itu menjadi problematika tersendiri karena berdampak pada efektivitas kerja di sekretariat.

"Terkait mutasi, tadi juga ada dari BKD (Badan Kepegawaian) diundang untuk menjelaskan kondisinya. Kami sudah menerima informasinya," katanya.

Ia mengungkapkan, pemahaman sementara yang berkembang adalah mutasi dilakukan 100 persen akibat persoalan SPPD (Surat Perintah Perjalanan Dinas) yang dianggap tidak efektif dan menimbulkan pandangan negatif di masyarakat. Namun, ia menyayangkan karena tidak semua pihak terlibat dalam permasalahan tersebut, namun seluruh kelembagaan terkena dampaknya.

"Yang dipahami adalah mutasi 100 persen karena faktor persoalan kemarin terkait SPPD efektif. Padahal tidak semuanya bermain di situ, tapi akhirnya semua kelembagaan di Sekwan ini dianggap sama sehingga 100 persen dimutasi. Inilah yang akhirnya membuat problematika internal kita menjadi kelihatan stagnan. Tidak ada pergerakan kegiatan dan muncul masalah keuangan," jelasnya.

Ketua komisi IV ini menegaskan bahwa rapat ini bertujuan untuk mengurai masalah tersebut secara bersama-sama agar cepat ditemukan solusi. Ia juga mendorong adanya otokritik dari semua elemen untuk membenahi situasi, mengingat persoalan ini tidak hanya menyangkut anggota dewan, tetapi juga nasib para karyawan dan pihak-pihak lain yang terkait.

"Tadi teman-teman menyampaikan, kalau dirasa berat, lakukanlah otokritik supaya kita bisa membenahi. Ini tidak hanya menyangkut anggota dewan, tapi juga menjawab masalah karyawan yang ada di sini semuanya, juga dengan vendor-vendor," pungkasnya.*****

 

 

Ikuti LIPO Online di GoogleNews

#Mutasi

Index

Berita Lainnya

Index