PEKANBARU, LIPO - Pemerintah Provinsi Riau memperkuat sinergi dengan PT Pertamina Hulu Rokan (PHR) untuk mendorong percepatan pembangunan daerah. Fokus kerja sama diarahkan pada perbaikan infrastruktur dan kelancaran operasional migas nasional.
Hal itu disampaikan Plt Gubernur Riau, SF Hariyanto, dalam pertemuan dengan manajemen PHR, Sabtu (15/8/2026).
SF Hariyanto menegaskan pembangunan di Riau tidak bisa hanya mengandalkan APBD. Perlu keterlibatan aktif dari sektor swasta, khususnya perusahaan besar yang beroperasi di wilayah Riau.
"Memang perlu adanya kolaborasi dengan seluruh pihak. Agar kita bisa menyatukan komitmen bersama dalam mendorong percepatan pembangunan di Provinsi Riau," kata SF Hariyanto.
"Kita tahu bersama untuk membangun Riau ini tentu tidak bisa dilakukan sendiri, diperlukan sinergi dan kolaborasi," lanjutnya.
Dalam pertemuan tersebut, Pemprov Riau meminta kontribusi nyata dari PHR melalui program Corporate Social Responsibility (CSR).
Permintaan utama diarahkan untuk perbaikan jalan rusak di wilayah kerja perusahaan. Jalan yang rusak dinilai menghambat aktivitas masyarakat dan distribusi hasil bumi.
Pemprov bersama Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) yang tergabung dalam Tim Satgas juga menyatakan kesiapan membantu mengatasi kendala operasional PHR di lapangan.
Pihak perusahaan diminta aktif berkoordinasi dengan pemerintah agar solusi dapat segera dicari bersama, demi percepatan produksi migas nasional.
Direktur Utama PT Pertamina Hulu Rokan, Muhammad Arifin, mengapresiasi dukungan Pemprov Riau selama ini terhadap kelancaran operasional perusahaan.
Ia juga menyampaikan kabar baik terkait kebijakan fiskal perusahaan. Pemerintah pusat telah menyetujui ketentuan fiskal baru atau fiscal terms untuk operasional PHR.
"Kami mengucapkan syukur karena pemerintah telah menyetujui fiscal terms yang baru untuk operasional kami," kata Muhammad Arifin.
Dengan adanya fiscal terms baru, PHR optimis dapat meningkatkan investasi dan produksi di Wilayah Kerja Rokan, yang merupakan salah satu lumbung migas terbesar di Indonesia.
Pemprov Riau berharap sinergi ini tidak berhenti di level koordinasi. Hasil konkret seperti perbaikan infrastruktur dan peningkatan produksi migas diharapkan segera dirasakan masyarakat.
Sementara PHR berkomitmen menjaga keberlanjutan operasi dan kontribusi bagi daerah, termasuk melalui program CSR dan pemberdayaan masyarakat di sekitar wilayah kerja.****