Diguyur Hujan Usai Kemarau Panjang, Pemkab Inhu Gelar Shalat Dhuha dan Doa Bersama

Diguyur Hujan Usai Kemarau Panjang, Pemkab Inhu Gelar Shalat Dhuha dan Doa Bersama
Pemkab Inhu menggelar Sholat Dhuha, dzikir, dan doa bersama di Halaman Kantor Bupati Inhu

RENGAT, LIPO - Hujan yang mengguyur hampir seluruh wilayah Kabupaten Indragiri Hulu (Inhu) pada Minggu (30/8/26) malam disambut syukur oleh pemerintah dan masyarakat. 

Setelah dilanda kemarau panjang, Pemkab Inhu menggelar Sholat Dhuha, dzikir, dan doa bersama di Halaman Kantor Bupati Inhu, Senin (31/8/2026) pagi.

Kegiatan yang awalnya direncanakan sebagai Salat Istisqa itu diubah setelah hujan turun di sejumlah wilayah Inhu malam sebelumnya.

Kepala Kantor Kemenag Inhu Darwirson mengatakan perubahan agenda itu merupakan kesepakatan bersama Forkopimda.

“Kita berkumpul dengan niat tulus kepada Allah SWT. Tujuan kita berdoa dan ber istighosah adalah agar negeri Kabupaten Indragiri Hulu senantiasa terhindar dari bencana dan segala mara bahaya, semoga negeri kita ini menjadi Baldatun Thayyibatun wa Rabbun Ghafur,” ujarnya.

Kegiatan berlangsung khidmat dan dihadiri Bupati Inhu Ade Agus Hartanto, Ketua DPRD Inhu Sabtu Pradansyah Sinurat, Kapolres Inhu AKBP Eka Ariandy Putra, dan Dandim 0302 Inhu Letkol Arh Bangun Bara Kurniawan Prabowo.

Turut hadir juga Katim Sosialisasi Karhutla Mabes TNI Kolonel Chk Heri K, Sekda Inhu Zulfahmi Adrian, perwakilan PN Rengat, Wakil Ketua PA Rengat, para kepala OPD, serta seluruh ASN Pemkab Inhu.

Meski hujan telah turun, Bupati Ade Agus mengingatkan ancaman kebakaran hutan dan lahan (karhutla) masih harus diwaspadai. Fenomena El Nino diperkirakan berlangsung hingga Desember 2026.

“Kita semua harus meningkatkan kesadaran untuk menjaga lahan dan hutan, jangan lagi membuka lahan dengan cara dibakar. Dampak asap tidak hanya merugikan kita sendiri, melainkan juga terasa hingga kabupaten dan provinsi tetangga,” tegas Ade.

Ia juga menyebut masih ada titik api di Sungai Guntung Hilir, Rengat yang diduga dipicu puntung rokok. Masyarakat diminta tidak melakukan aktivitas yang berpotensi memicu kebakaran.

Di akhir arahannya, Bupati menyampaikan permohonan maaf lahir batin dan mendoakan seluruh peserta diberi kesehatan.

“Mari kita saling bersilaturahmi dan memaafkan satu sama lain agar hati lapang dalam melaksanakan ibadah dan doa bersama ini,” pungkasnya.****

 

 

Ikuti LIPO Online di GoogleNews

#Karhutla

Index

Berita Lainnya

Index