Unilak Cetak Sejarah, 1.701 Mahasiswa Diwisuda Sekaligus

Unilak Cetak Sejarah, 1.701 Mahasiswa Diwisuda Sekaligus
Universitas Lancang Kuning (Unilak) mencatat sejarah baru dengan mewisuda 1.701 lulusan/lipo

PEKANBARU, LIPO – Universitas Lancang Kuning (Unilak) mencatat sejarah baru dengan mewisuda 1.701 lulusan dalam Sidang Senat Terbuka Wisuda Sarjana LXXIII dan Magister XXIII di Hotel Labersa Convention, Rabu-Kamis (28–29/10/2026).

Jumlah tersebut menjadi yang terbanyak sepanjang pelaksanaan wisuda Unilak. Ribuan lulusan dari sembilan fakultas dan satu Sekolah Pascasarjana mengikuti prosesi yang dipimpin langsung Rektor Unilak, Prof Dr Junaidi SS MHum PhD.

Kegiatan ini turut dihadiri Ketua Yayasan Pendidikan Raja Ali Haji, Drs Zaini Ismail, Pengawas Yayasan Joni Irwan, jajaran pengurus yayasan, Kepala Badan Riset dan Inovasi Daerah (BRIDA) Provinsi Riau, perwakilan LLDIKTI Wilayah XVII, Ketua Ikatan Alumni (IKA) Unilak, serta sejumlah mitra universitas.

Dari total 1.701 wisudawan dan wisudawati, Sekolah Pascasarjana menyumbang lulusan terbanyak dengan 389 orang. Disusul Fakultas Hukum sebanyak 235 orang, Fakultas Ekonomi dan Bisnis 214 orang, Fakultas Pendidikan dan Vokasi 195 orang, Fakultas Ilmu Administrasi 174 orang, Fakultas Ilmu Komputer 165 orang, Fakultas Teknik 152 orang, Fakultas Pertanian 123 orang, Fakultas Ilmu Budaya 34 orang, serta Fakultas Kehutanan dan Sains sebanyak 20 orang.

Di antara ribuan lulusan tersebut, sejumlah mahasiswa berhasil menorehkan prestasi akademik membanggakan dengan meraih indeks prestasi kumulatif (IPK) mendekati sempurna.

Prestasi tertinggi diraih Muhammad Rosyadi dari Program Studi Ilmu Komputer jenjang Magister (S2), yang berhasil meraih IPK 4,00 atau nilai sempurna.

Sementara pada jenjang Sarjana (S1), dua mahasiswa berbagi posisi dengan IPK tertinggi 3,98. Keduanya adalah Yohana Widya Marsahanda dari Program Studi Administrasi Publik, Fakultas Ilmu Administrasi, serta Joe Leonardo dari Program Studi Ilmu Hukum, Fakultas Hukum.

Tiga mahasiswa lainnya meraih IPK 3,97, yakni Aisyah Putri Ramadhani dari Teknik Informatika, Fakultas Ilmu Komputer; Hafshah Safitri Siregar dari Pendidikan Biologi, Fakultas Pendidikan dan Vokasi; serta Doresly Handayanti Manalu dari Manajemen, Fakultas Ekonomi dan Bisnis.

Selanjutnya, Eka Lia Jalianti dari Program Studi Teknologi Hasil Pertanian meraih IPK 3,93. Elsa Rahma Riyani dari Sastra Inggris dan Sari Ramania Agustin dari Kehutanan masing-masing meraih IPK 3,85. Adapun Nanda Putri Ardani dari Desain Interior mencatatkan IPK 3,81.

Alumni Tembus 40 Ribu Orang

Rektor Unilak, Prof Dr Junaidi, mengatakan jumlah alumni universitas tersebut kini telah mencapai 40.282 orang. Angka itu terdiri atas 36.889 lulusan sarjana dan 3.393 lulusan magister.

Menurutnya, capaian tersebut menunjukkan konsistensi Unilak dalam berkontribusi terhadap pengembangan sumber daya manusia, khususnya di Provinsi Riau.

Kepercayaan masyarakat terhadap Unilak juga tercermin dari jumlah mahasiswa baru. Hingga saat ini, tercatat 3.435 mahasiswa baru telah mendaftar pada tahun ini. Jumlah tersebut diperkirakan meningkat hingga mencapai 3.500 orang.

"Ini merupakan wujud dari kepercayaan publik kepada Unilak yang ditandai dengan meningkatnya jumlah mahasiswa baru. Ini membuktikan bahwa publik mempercayai Unilak sebagai tempat belajar," kata Junaidi.

Selain menekankan kualitas pendidikan, Junaidi menegaskan komitmen Unilak untuk terus mengembangkan diri sebagai kampus inklusif atau friendly campus yang ramah bagi penyandang disabilitas.

Komitmen tersebut terlihat dalam pelaksanaan wisuda kali ini, ketika tujuh penyandang disabilitas turut diwisuda bersama ribuan lulusan lainnya.

"Pada Wisuda Sarjana LXXIII dan Magister XXIII kali ini terdapat tujuh penyandang disabilitas yang diwisuda. Ini merupakan komitmen Unilak dalam memberikan kesempatan yang sama kepada semua orang untuk mendapatkan pendidikan," ujarnya.

Lulusan Diminta Adaptif Hadapi Era AI

Di hadapan para wisudawan, Junaidi mengingatkan bahwa gelar akademik bukanlah akhir dari proses belajar. Sebaliknya, wisuda menjadi awal bagi para lulusan untuk menghadapi tantangan baru di dunia kerja dan kehidupan bermasyarakat.

Ia menilai perkembangan teknologi yang berlangsung cepat, termasuk kehadiran kecerdasan buatan atau artificial intelligence (AI), telah mengubah cara manusia bekerja dan berkompetisi.

Karena itu, para lulusan dituntut mampu beradaptasi, terus meningkatkan kompetensi, serta mengembangkan keterampilan yang relevan dengan kebutuhan zaman.

Junaidi juga mengingatkan pentingnya menjaga integritas dalam setiap langkah kehidupan, baik ketika memasuki dunia kerja, membangun usaha, maupun meniti karier.

Menurutnya, kejujuran, kedisiplinan, amanah, dan tanggung jawab harus menjadi landasan bagi setiap lulusan dalam meraih kesuksesan.

"Teruslah berkarya dan capailah karier. Kami mendoakan semoga karier kalian semua meningkat. Tantangan Anda cukup besar di tengah persaingan yang ketat," tuturnya.

Ia juga memotivasi para lulusan agar tidak takut menghadapi kegagalan maupun memulai perjalanan karier dari bawah. Latar belakang keluarga dan keterbatasan, kata dia, tidak boleh menjadi penghalang untuk meraih cita-cita.

"Saudara boleh lahir dari keluarga sederhana, tapi jangan biarkan saudara menjadi sederhana. Saudara boleh memiliki keterbatasan, tapi jangan pernah membatasi impian dan perjuangan Anda," pesannya.

Junaidi turut mendorong para lulusan agar tidak sekadar menunggu peluang, melainkan berani menciptakan kesempatan dan membuka lapangan pekerjaan bagi orang lain.

"Jangan menunggu kesempatan datang, tetapi ciptakanlah kesempatan. Jangan hanya mencari pekerjaan, tetapi ciptakanlah lapangan pekerjaan. Jangan hanya menjadi penonton perubahan, tetapi jadilah pelaku perubahan," tegasnya.

Disebut PTS Terbaik di Riau

Sementara itu, Kepala BRIDA Provinsi Riau, Dr Ronny B Leksono MT, yang hadir mewakili Pelaksana Tugas Gubernur Riau, menyampaikan ucapan selamat kepada para wisudawan dan wisudawati beserta keluarga yang turut mendampingi perjalanan pendidikan mereka.

Ronny mengingatkan bahwa prosesi wisuda bukanlah titik akhir, melainkan awal dari perjuangan dan pengabdian para lulusan kepada masyarakat, bangsa, dan negara.

Ia juga menyebut pencapaian Unilak sebagai perguruan tinggi swasta nomor satu di Riau versi UniRank 2026 sebagai salah satu kebanggaan bagi dunia pendidikan di daerah tersebut.

"Wisuda kali ini bukanlah langkah kecil. Ini bukti eksistensi Unilak sebagai perguruan tinggi swasta nomor satu di Riau versi UniRank tahun 2026. Ini tentu keberhasilan yang membanggakan bagi kita semua," ujarnya.

Menurut Ronny, perkembangan Unilak menunjukkan kemajuan yang signifikan. Perguruan tinggi tersebut dinilai telah berkontribusi menghasilkan ribuan sarjana dan magister yang berpotensi mengisi kebutuhan tenaga kerja, baik di Riau maupun tingkat nasional.

Di sisi lain, Ketua Yayasan Pendidikan Raja Ali Haji, Drs Zaini Ismail, menegaskan dukungan yayasan terhadap pengembangan Unilak agar mampu menjawab tantangan zaman.

Ia mendorong penguatan paradigma pendidikan berbasis kecerdasan buatan serta pengembangan kepemimpinan mahasiswa atau student leadership sebagai bagian dari upaya meningkatkan kapasitas dan daya saing institusi.

Menurutnya, penguasaan teknologi yang diimbangi kemampuan kepemimpinan menjadi bekal penting bagi perguruan tinggi dalam menghadapi perubahan yang semakin cepat.

Dengan rekor jumlah wisudawan, capaian akademik membanggakan, serta komitmen terhadap pendidikan inklusif dan pengembangan teknologi, Unilak diharapkan terus memperkuat perannya dalam mencetak sumber daya manusia yang kompeten, berintegritas, dan mampu membawa perubahan bagi masyarakat.(***)

Ikuti LIPO Online di GoogleNews

#Rektor Unilak

Index

Berita Lainnya

Index