PEKANBARU, LIPO- Pemerintah Kota Pekanbaru mencetak prestasi dalam pengendalian inflasi daerah. Berdasarkan rilis resmi Badan Pusat Statistik (BPS) November 2026, inflasi Kota Pekanbaru pada Oktober 2026 tercatat hanya 2,69 persen secara year on year (YoY).
Angka ini menjadi yang terendah se-Provinsi Riau. Capaian Pekanbaru bahkan jauh di bawah inflasi Provinsi Riau yang mencapai 3,09 persen dan inflasi nasional 3,23 persen.
Secara bulanan atau month to month (MoM), inflasi Pekanbaru pada Oktober 2026 tercatat sebesar 0,32 persen.
Kabag Ekonomi Setdako Pekanbaru, Boge Peni, mewakili Wali Kota Pekanbaru Agung Nugroho, menyebut kondisi inflasi masih sangat terkendali.
"Masih terkendali dengan baik, dan masih dalam range toleransi plus minus 1 persen dari angka ideal 2,50 persen yang telah ditetapkan secara nasional," ujar Boge, Senin (2/11/2026).
Meski terkendali, Pemko Pekanbaru tidak lengah. Komoditas cabai merah tercatat menjadi penyumbang inflasi terbesar di Pekanbaru saat ini.
Hal ini dibenarkan Staf Ahli Bidang Ekonomi, Keuangan dan Pembangunan Pemko Pekanbaru, Abdul Jamal. Ia menyebut lonjakan harga cabai dalam beberapa pekan terakhir menjadi pemicu utama.
"Masih harga cabai yang mempengaruhi inflasi. Tapi masih terkendali lah inflasi kita. Beberapa minggu ini memang dipengaruhi oleh harga cabai naik. Intervensi terus kita lakukan," terang Jamal.
Merespons kondisi tersebut, Wali Kota Agung Nugroho telah menginstruksikan seluruh OPD terkait untuk bergerak cepat menstabilkan harga.
Dua langkah intervensi langsung digeber. Pertama, menggelar Pasar Murah melalui Dinas Perindustrian dan Perdagangan [Disperindag] Kota Pekanbaru untuk membantu warga mendapatkan kebutuhan pokok dengan harga terjangkau.
Kedua, mengoptimalkan peran BUMD Sarana Pangan Madani (SPM) untuk memotong rantai pasok. SPM ditugaskan mendatangkan cabai langsung dari daerah sentra produksi.
Tak hanya itu, Pemko juga memberikan bantuan biaya transportasi distribusi. Skema ini diharapkan bisa menekan ongkos kirim sehingga harga cabai di pasar tradisional Pekanbaru bisa kembali turun dan daya beli masyarakat tetap terjaga.*****