PEKANBARU, LIPO - Komisi III Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Provinsi Riau menilai kinerja Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Riau lemah dan perlu dievaluasi secara menyeluruh. Kritik ini disampaikan langsung oleh Ketua Komisi III DPRD Riau, Edi Basri.
Menurut Edi, kelemahan kinerja tersebut berdampak langsung pada lemahnya penerimaan pendapatan daerah, khususnya dari sektor pajak.
Ia mencontohkan, realisasi pajak air permukaan di Riau masih tertinggal dari daerah lain. Selain itu, banyak pula pajak kendaraan bermotor (PKB) yang belum tertagih dengan optimal.
“Artinya, kinerja harus dievaluasi mulai dari SDM, struktur,” tegas Edi Basri, Senin 5 Januari 2025.
Ia juga menyoroti kepemimpinan di Bapenda Riau saat ini masih dijabat Pelaksana Tugas (Plt). Edi berharap posisi tersebut segera diisi secara definitif dan permanen, agar seluruh jajaran dapat bekerja lebih maksimal.
“Kami meminta kepada Gubernur segera melantik pejabat yang permanen di setiap bidangnya dan berkompeten,” ujarnya.
Lebih lanjut, politikus Gerindra ini menekankan pentingnya penempatan sumber daya manusia (SDM) yang tepat berdasarkan kemampuan manajerial, bukan sekadar pemenuhan syarat administratif seperti sertifikat.
“SDM-nya jelas karena sudah melalui tes. Kami minta dalam seleksinya berorientasi pada kemampuan manajerial, bukan hanya syarat sertifikat. Butuh kemampuan manajerial SDM yang kuat sesuai bidangnya,” papar Edi.
Ia menegaskan, peningkatan kapasitas SDM di Bapenda menjadi penting, karena mengingat Bapenda memegang peran penting dalam upaya meningkatkan pendapatan asli daerah (PAD).
“Apalagi Bapenda ini yang menjadi fokus kita bisa memperbesar pendapatan daerah,” pungkas Edi Basri.*****