Tiga Hari Demo Relokasi TNTN: Sampah Menumpuk, Jalan Cut Nyak Dien Pekanbaru Jadi Semrawut

Tiga Hari Demo Relokasi TNTN: Sampah Menumpuk, Jalan Cut Nyak Dien Pekanbaru Jadi Semrawut
Sampah Menumpuk Disekitar Lokasi Aksi/F: LIPO

PEKANBARU, LIPO - Aksi demonstrasi penolakan relokasi yang dilakukan warga Taman Nasional Tesso Nilo (TNTN), Pelalawan di Kantor Gubernur Riau, Jalan Cut Nyak Dien, Pekanbaru, telah memasuki hari ketiga, Rabu 15 April 2026. 

Kondisi di sekitar lokasi aksi semakin memprihatinkan dengan tumpukan sampah dan bau tak sedap akibat aktivitas massa yang bertahan dan menginap di jalan dengan mendirikan tenda-tenda. 

Berdasarkan pantauan LIPUTANOKE di lapangan, Jalan Cut Nyak Dhien di sekitar Kantor Gubernur Riau dan Bank Riau Kepri (BRK) Syariah tampak kotor. 

Sampah makanan dan plastik menumpuk di berbagai sudut. Bau tak sedap, yang diduga berasal dari buang air kecil para pengunjuk rasa yang menginap, juga tercium menyengat.

Massa aksi memblokade Jalan Cut Nyak Dhien menggunakan truk dan mobil pribadi. Mereka juga mendirikan tenda untuk berteduh dan bermalam. 

Pedagang pun turut memanfaatkan situasi dengan menjajakan dagangan kepada para pengunjuk rasa. Aparat kepolisian masih terlihat berjaga-jaga di sekitar lokasi untuk mengamankan jalannya aksi.

Masyarakat Pekanbaru yang melakukan aktivitas terlihat memutar balikan kendaraan karena tidak bisa melewati jalan Cut Nyak Dhien karena tidak bisa dilewati.

Salah seorang pengunjuk rasa melalui pengeras suara kembali menyuarakan tuntutan agar pemerintah segera mengabulkan permintaan mereka.

"Kami minta kabulkan permintaan kami. Kalau tidak, kami akan tetap bertahan. Kami minta keadilan dari pemerintah di sini," ujarnya dengan tegas.

Sebelumnya, Koordinator Umum Aksi, Iwandri Saputra Simbolon, menyampaikan bahwa demonstrasi ini akan terus berlangsung hingga tuntutan masyarakat dipenuhi oleh pemerintah. Ia menyebutkan aksi direncanakan berlangsung dari Senin hingga Sabtu.

"Aksi ini akan terus kami lakukan sampai ada kejelasan atas tuntutan masyarakat," ujar Iwandri.

Adapun tuntutan utama massa adalah menolak rencana relokasi. Mereka meminta Pemerintah Provinsi Riau memberikan kepastian terhadap keberlangsungan hidup masyarakat terdampak. 

Selain itu, massa juga mendesak Presiden Republik Indonesia untuk turun tangan menyelesaikan persoalan ini sesuai amanat Pasal 33 Ayat 3 UUD 1945.

Hingga berita ini diturunkan, aksi masih berlangsung dengan pengawalan aparat keamanan. Pemerintah provinsi Riau juga belum mengeluarkan pernyataan resmi terkait tuntutan warga TNTN yang telah memasuki hari ketiga ini.*****

 

Ikuti LIPO Online di GoogleNews

#Demontrasi

Index

Berita Lainnya

Index