PEKANBARU, LIPO - Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kota Pekanbaru akan segera menertibkan belasan bangunan liar (bangli) yang berdiri di sepanjang Jalan Air Hitam, Kecamatan Binawidya.
Penertiban dilakukan karena 17 bangunan tersebut berdiri tepat di atas parit dan menutup fungsi drainase. Akibatnya, air meluap ke badan jalan hingga masuk ke permukiman warga setiap kali hujan deras.
Kepala Satpol PP Kota Pekanbaru, Desheriyanto, menyebut mayoritas bangunan liar itu merupakan warung dan tempat berjualan warga yang terbuat dari kayu.
"Keberadaannya menutup parit, dan menyebabkan banjir. Parit itu ditimbunnya, sehingga air kalau hujan melimpah ke permukiman," ujar Desheriyanto, Rabu (9/9/2026).
Menurutnya, penertiban ini berawal dari aduan masyarakat. Warga mengeluhkan genangan yang terjadi di sekitar gudang Alfamart Jalan Air Hitam karena saluran air tertutup total oleh bangunan.
Saat ini, Satpol PP telah melayangkan surat peringatan kepada para penghuni. Mereka diminta untuk segera mengosongkan dan membongkar bangunannya secara mandiri.
Langkah ini sejalan dengan rencana normalisasi drainase di sepanjang Jalan Air Hitam yang akan segera dilakukan pemerintah.
"Dekat gudang Alfamart itu lokasinya, pengaduan masyarakat karena parit itu ditutup airnya melimpah ke jalan dan masuk ke permukiman masyarakat," jelasnya.
Desheriyanto berharap, dengan penertiban ini fungsi parit sebagai saluran drainase bisa kembali normal. Sehingga risiko banjir dan genangan yang selama ini dikeluhkan warga Binawidya bisa ditekan.*****